Jumat, 30 Oktober 2026
10:12 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Isabella Abbott

Isabella Abbott

Bagikan:
Isabella Aiona Abbott
PMNM_Dr._Isabella_Abbott_%2849946278311%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Professor of Biological Sciences, Emerita, at Stanford University
Informasi pribadi
LahirIsabella Kauakea Yau Yung Aiona
(1919-06-20)20 Juni 1919
Meninggal28 Oktober 2010(2010-10-28) (umur 91)
Oahu, Hawaii, US
Suami/istriDonald Putnam Abbott
AnakAnnie Abbott Foerster, daughter
PendidikanKamehameha Schools
University of Hawaiʻi at Mānoa
University of Michigan
University of California, Berkeley

Isabella Aiona Abbott (20 Juni 1919 – 28 Oktober 2010) adalah seorang pendidik, fikolog, dan etnobotanis asal Hawaii. Ia merupakan perempuan pribumi Hawaii pertama yang memperoleh gelar doktor dalam bidang sains[1] dan dikenal sebagai pakar terkemuka dalam studi alga laut di kawasan Pasifik.[2]

Kehidupan Awal

Abbott lahir dengan nama lengkap Isabella Kauakea Yau Yung Aiona di Hana, Maui, Hawaii, pada 20 Juni 1919.[3] Nama tengahnya memiliki arti "hujan putih dari Hana" dan lebih dikenal dengan nama "Izzy".[4] Ayahnya berasal dari etnis Tionghoa, sementara ibunya adalah penduduk asli Hawaii yang mengenalkannya pada berbagai jenis rumput laut yang dapat dikonsumsi serta keanekaragaman flora Hawaii. Abbott merupakan anak perempuan satu-satunya dan anak kedua termuda dari delapan bersaudara.[5]

Ia dibesarkan di Honolulu, dekat Waikiki, dan lulus dari Kamehameha Schools pada tahun 1937. Abbott meraih gelar sarjana botani dari University of Hawaiʻi at Mānoa pada 1941, gelar magister botani dari University of Michigan pada 1942, serta gelar doktor dalam bidang botani dari University of California, Berkeley, pada 1950. Ia menikah dengan Donald Putnam Abbott, seorang ahli zoologi yang merupakan rekan studinya di University of Hawaiʻi dan Berkeley.[6][7] Pasangan ini kemudian menetap di Pacific Grove, California, di mana suaminya mengajar di Hopkins Marine Station yang dikelola oleh Stanford University.[8]

Pada saat itu, peluang akademik bagi perempuan masih terbatas, sehingga Abbott menghabiskan waktu membesarkan putrinya, Annie Abbott Foerster, sambil mempelajari alga di pesisir California. Ia juga mengembangkan berbagai resep makanan dengan menggunakan rumput laut lokal, seperti bull kelp (Nereocystis), untuk membuat kue dan acar.[9]

Referensi

  1. ↑ "Dr. Isabella Abbott | Biology Inclusion Committee | Washington University in St. Louis". sites.wustl.edu. Diakses tanggal 2025-03-21.
  2. ↑ Howe, Kevin (2010-11-17). ""Seaweed lady" Isabella Abbott dies". Monterey Herald (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-21.
  3. ↑ "Isabella Aiona Abbott". Historic Hawaii. Diakses tanggal 2025-03-21.
  4. ↑ "Isabella Abbott, world-renowned Stanford algae expert, dies at 91". web.archive.org. 2013-06-02. Diakses tanggal 2025-03-21.
  5. ↑ "Pioneering Professor is First Lady of Limu | Malamalama, The Magazine of the University of Hawai'i System". www.hawaii.edu. Diakses tanggal 2025-03-21.
  6. ↑ Nogelmeier, Puakea; Nogelmeier, M. Puakea, ed. (2011-09-30). Reflection: Isabella Kauakea Yau Yung Aiona Abbott. University of Hawai'i Press. hlm. 0. doi:10.21313/hawaii/9780984566600.001.0001/upso-9780984566600-chapter-008. ISBN 978-0-9845666-0-0.
  7. ↑ "Dr. Isabella Aiona Abbott -" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-03-21.
  8. ↑ Blinks, Lawrence; Giese, Arthur C.; Pittendrigh, Colin (1986). "Memorial Resolution: Donald Putnam Abbott 1920–1986" (PDF). Hopkins Marine Station. Stanford University (PDF). Diakses tanggal 2025-03-21.{{cite web}}: Periksa nilai |archive-url=
  9. ↑ "Dearly Departed: Isabella Abbott, Algae Taxonomist and Kelp Chef Extraordinaire | MVZ Archives". mvzarchives.berkeley.edu. Diakses tanggal 2025-03-21.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan