Minggu, 27 September 2026
21:02 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Kerumitan tak tersederhanakan

Kerumitan tak tersederhanakan

bagian dari serial mengenai
Intelligent design
"Perancangan cerdas"
Clockwork
Konsep
Gerakan
Kampanye
Organisasi
Reaksi
Kreasionisme

Kerumitan Tak-Tersederhanakan (dalam bahasa Inggris: irreducible complexity) adalah suatu teorema yang pertama kali dikemukakan oleh Michael Behe, pakar Biologi molekuler dari Amerika Serikat. Inti teorema ini adalah bahwa suatu objek biologi tertentu yang tersusun dari beberapa komponen yang kompleks, sehingga bila salah satu komponen dihilangkan (atau fungsinya dimatikan) maka runtuhlah keseluruhan fungsi objek tersebut.[1] Oleh karenanya kemunculan atau kehadiran objek tersebut adalah serta merta (mendadak) dan sekaligus lengkap dengan semua komponen. Bukti ini merupakan antitesa atas Teori evolusi yang menyatakan bahwa kemunculan suatu objek hidup adalah secara bertahap (berevolusi). Teorema ini justru membuktikan kebenaran Teori Perancangan Cerdas yang menyatakan bahwa ada suatu perancangan dibalik kehadiran suatu objek hidup di alam semesta.[2]

Contoh

Contoh objek yang termasuk Kerumitan tak-tersederhanakan adalah: flagela bakteri Escherichia coli (E.coli), mata manusia, mekanisme pembekuan darah, proses imunisasi dan sebagainya. Dari analisis laboratorium terbukti bahwa terdapat keadaan interlock yakni hubungan antar komponen penyusun yang terkait satu sama lain dan bila salah satu komponen tidak berfungsi maka hilanglah keseluruhan fungsi objek tersebut.[3]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Michael Behe, ”Darwin Black Box”, The Biochemical challenge to Evolution, Fee Press, 1996.
  2. ↑ William Dembski, “The Design Inference”, Eliminating Chance through Small Probabilities, google book. Diakses 27 Oktober 2008, htpp://www.books.google.co.id.
  3. ↑ William Dembski, “The No Free Lunch: Why Specified Complexity Cannot be Purchased without Intelligence google book. Diakses 11 November 2008.


Ikon rintisan

Artikel bertopik ilmu pengetahuan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan