Kamis, 22 Oktober 2026
09:22 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Invasi Teluk Lingayen

Invasi Teluk Lingayen

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
Invasi Teluk Lingayen
Bagian dari Perang Dunia II, Perang Pasifik
330px-US_warships_entering_Lingayen_Gulf_1945.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kapal perang Angkatan Laut A.S., USS Pennsylvania, memimpin kapal perang USS Colorado dan kapal penjelajah berat USS Louisville menuju pantai Lingayen.
TanggalInvasi angkatan laut, 3-13 Januari 1945
(1 minggu dan 3 hari)
Lokasi
Hasil Kemenangan Sekutu
Pihak yang terlibat

 Amerika Serikat

 Australia

 Jepang

Pemimpin atau tokoh terkemuka
Amerika Serikat Jesse B. Oldendorf
Amerika Serikat Douglas MacArthur
Amerika Serikat Walter Krueger
Kekaisaran Jepang Tomoyuki Yamashita
Kekuatan
Amerika Serikat: 875+ kapal perang
203.608 tentara
Australia: 1 kapal penjelajah berat
Kekaisaran Jepang Sekitar 450-600 pesawat, 200 digunakan sebagai kamikaze
262.000 pasukan di Luzon[1]
Korban jiwa dan kerugian

 Amerika Serikat
24 kapal tenggelam
67 kapal rusak
(Seluruh kampanye Luzon dan Pulau Mindoro)
(13 Des 44 – 13 Jan 45)[2]

8,.000 tewas[3]
29,560 terluka
(Seluruh kampanye Luzon)

 Jepang
Sekitar 450-600 pesawat hilang
1 kapal perusak tenggelam, 2 rusak
Invasi Lingayen


217.000 tewas, 9.050 orang ditahan[2][4]
(Seluruh kampanye Luzon)

Invasi Teluk Lingayen adalah sebuah operasi militer pendaratan amfibi pasukan sekutu di Filipina selama Perang Dunia II. Invasi ini terjadi pada 6-9 Januari 1945. Pada 6 Januari 1945 kekuatan sekutu yang dipimpin oleh Laksamana Jesse B. Oldendorf mendekati pantai Lingayen. Selama tiga hari, Angkatan Laut Amerika Serikat dan Angkatan Laut Australia mulai membombardir lokasi yang diduga menjadi tempat pertahanan Jepang di sepanjang pantai Lingayen dari posisi mereka di Teluk Lingayen. Akhirnya pada hari ketiga pada tanggal 9 Januari, Pasukan Angkatan Darat ke-6 mendarat 32 kilometer di antara kota Lingayen dan San Fabian.

Latar belakang dan operasi

250px-Kamikaze_attacks_USS_Columbia_%28CL-56%29_in_Lingayen_Gulf_on_6_January_1945_%28NH_79449%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
USS Columbia diserang oleh kamikaze, 6 Januari 1945.
250px-Kamikaze_hits_USS_Columbia_%28CL-56%29_in_Lingayen_Gulf_on_6_January_1945_%28NH_79450%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pesawat kamikaze menabrak Columbia pada jam 17:29.

Selama Perang Dunia II, Teluk Lingayen menjadi posisi yang strategis dan penting dalam pertempuran antara pasukan Amerika Serikat dan Jepang. Pada 22 Desember 1941, Pasukan ke-14 Kekaisaran Jepang di bawah pimpinan Letnan Jenderal Masaharu Homma mendarat di bagian timur Teluk di Agoo, Caba, Santiago dan Bauang. Mereka terlibat dalam beberapa pertempuran kecil dengan para penduduk lokal dan pasukan Filipina,[5] tetapi pada akhirnya Jepang berhasil menduduki teluk tersebut. Setelah kekalahan itu, hari berikutnya Jenderal Douglas MacArthur mengeluarkan perintah untuk mundur dari Luzon. Selama tiga tahun hingga Januari 1945, teluk tersebut dikuasai oleh Jepang.

Operasi Teluk Lingayen dimulai sejak pagi hari pada 6 Januari 1945, dengan memborbardir posisi yang diduga merupakan tempat pertahanan Jepang. Pengeboman melalui udara dan laut juga dilakukan pada area yang akan mejadi tempat pendaratan pasukan. Sebagai repon terhadap invasi tersebut, penduduk Filipina membentuk parade penyambutan dengan bendera Filipina dan Amerika Serikat berkibar.[6]

Pada jam 09.30, tanggal 9 Januari 1945, sekitar 68.000 pasukan Amerika Serikat di bawah pimpinan Jenderal Walter Krueger mendarat dipantai Teluk Lingayen. Selanjutnya 203.608 tentara menyusul mendarat dalam beberapa hari kedepan membangun pijakan sejauh 32 kilometer yang membentang dari Sual, Lingayen dan Dagupan ke barat, dan San Fabian ke timur. Dalam beberapa hari kedepan, pasukan Amerika Serikat bergerak merebut kota-kota di pesisir dan menembus hingga lima mil ke pedalaman.

Pada akhirnya tentara Amerika Serikat berhasil mengusir Jepang, namun mereka juga mengalami kerugian cukup besar karena serangan-serangan pasukan Kamikaze. Dari 4 januari hingga 12 Januari, 24 kapal laut tenggelam dan 67 lainnya rusak karena serangan kamikaze, termasuk kapal perang USS Mississippi, USS New Mexico dan USS Colorado, kapal penjelajah berat HMAS Australia, kapal penjelajah ringan USS Columbia, dan kapal perusak USS Long dan USS Hovey. Setelah pertempuran ini, Teluk Lingayen digunakan sebagai depo pendukung untuk Pertempuran Luzon

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Chun, Clayton K.S. (2017). Luzon 1945: The final liberation of the Philippines. Oxford. ISBN 978-1472816283.
  2. 1 2 Smith, Robert Ross (1993). Triumph in the Philippines (PDF). Washington, D.C.: United States Army. hlm. 60, 62, 66. ISBN 978-1410224958. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2016-12-24. Diakses tanggal 29 Mei 2011.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Smith, Triumph in the Philippines, p. 694
  4. ↑ "Luzon 1944–1945". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-12-15. Diakses tanggal 6 Desember 2008.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ (Inggris) Encyclopedia of American History
  6. ↑ (Inggris) Smith, Robert Ross (1993). Triumph in the Philippines (PDF). Washington, D.C.: United States Army. hlm. 756. ISBN 978-1-4102-2495-8. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2016-12-24. Diakses tanggal 29 Mei 2011.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan