Sabtu, 31 Oktober 2026
21:21 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Invasi Koloni Tanjung

Invasi Koloni Tanjung

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
Invasi Koloni Tanjung
Bagian dari the Perang Revolusi Prancis
330px-Cape_Peninsula.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daerah Semenanjung Cape
Tanggal10 June–15 September 1795
Lokasi
Hasil Britania Raya menang
Pihak yang terlibat
 Republik Batavia  Britania Raya
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Republik Batavia Abraham Josias Sluysken Kerajaan Britania Raya George Elphinstone
Kerajaan Britania Raya James Craig
Kekuatan
3.600 1.800
5 SOL
2 kapal sloop

Invasi Koloni Tanjung adalah ekspedisi militer Inggris yang diluncurkan pada 1795 guna melawan Koloni Tanjung Belanda di Tanjung Harapan, ujung selatan Afrika Selatan. Koloni Belanda di Tanjung tersebut didirikan pada abad ketujuh belas, yang pada saat itu merupakan satu-satunya pelabuhan di Afrika Selatan yang layak untuk kapal yang akan melakukan perjalanan dari Eropa ke koloni Eropa di Hindia Timur. Oleh karenanya pelabuhan ini memegang peranan strategis yang vital, meskipun secara ekonomi tidak signifikan. Pada musim dingin 1794, selama Perang Revolusi Prancis, pasukan Prancis mulai memasuki Republik Belanda, yang kemudian direformasi menjadi Republik Batavia. Sebagai tanggapan, Kerajaan Britania Raya meluncurkan operasi melawan Kekaisaran Belanda dengan menggunakan fasilitasnya melawan Angkatan Laut Prancis.

Ekspedisi Inggris dipimpin oleh Laksamana Madya Sir George Keith Elphinstone dan berlayar pada bulan April 1795, tiba di Simon's Town, Tanjung Harapan pada bulan Juni. Upaya dilakukan untuk merundingkan penyelesaian dengan koloni, tetapi pembicaraan tidak menghasilkan apa-apa dan pendaratan amfibi dilakukan pada 7 Agustus. Pertempuran singkat terjadi di Muizenberg, pinggiran kota Cape Town dan pertempuran kecil antara pasukan Inggris dengan Belanda terus berlanjut hingga September ketika pasukan militer yang lebih besar mendarat. Dengan Cape Town yang terancaman, gubernur Belanda, Abraham Josias Sluysken, terpaksa menyerahkan koloni itu. Elphinstone kemudian memperkuat garnisun guna mengantisipasi serangan balik dan menempatkan armada Angkatan Laut Kerajaan Inggris di pelabuhan. Hampir setahun kemudian, konvoi pasukan Belanda mencapai koloni hanya untuk mengetahui bahwa jumlah mereka jauh lebih sedikit daripada pasukan Inggris, dan akhirnya mereka menyerah tanpa perlawanan. Pendudukan Inggris berlanjut sampai Perjanjian Amiens pada 1802 ketika dikembalikan ke Belanda. Pada 1806, selama Perang Napoleon, invasi Inggris yang kedua kembali berhasil menduduki koloni itu melalui Pertempuran Blaauwberg dan Tanjung Harapan tetap menjadi koloni Inggris hingga pembentukan Uni Afrika Selatan pada tahun 1910.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan