Senin, 02 November 2026
23:24 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Invasi Jamaika

Invasi Jamaika

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
Invasi Jamaika
Bagian dari Perang Inggris-Spanyol (1654–60)
330px-Jamaica1671ogilby.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Jamaika dari abad ke-17
Tanggal19–27 Mei 1655
Lokasi17°57′18″N 76°52′03″W / 17.9551°N 76.8676°W / 17.9551; -76.8676
Hasil Kemenangan Inggris
Perubahan
wilayah
Jamaika diduduki Inggris, diserahkan kepada Spanyol tahun 1670
Pihak yang terlibat
Spanyol Spanyol Persemakmuran Inggris
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Spanyol Juan Ramírez de Arellano
Kekuatan
1.500 pemukim[1]
  • 7.000 prajurit
  • 30 kapal[1]

Invasi Jamaika berlangsung pada Mei 1655 pada masa Perang Inggris Spanyol tahun 1654-1660. Dalam invasi ini, pasukan ekspedisi Inggris berhasil merebut koloni Spanyol di Jamaika (pada masa itu disebut "Santiago"). Penyerangan ini merupakan bagian dari rencana ambisius Oliver Cromwell untuk memperoleh koloni baru di benua Amerika; rencana ini disebut Rancangan Barat (Western Design).

Walaupun permukiman-permukiman besar seperti Santiago de la Vega (kini disebut Spanish Town) lemah perlindungannya dan dapat dengan mudah diduduki oleh Inggris, perlawanan dari para budak yang melarikan diri (atau kelompok Maroon Jamaika) terus berlanjut di wilayah pedalaman. "Rancangan Barat" sendiri terbilang gagal, tetapi Jamaika tetap dijajah Inggris dan secara resmi diserahkan oleh Spanyol sesuai dengan ketentuan Perjanjian Madrid (1670).

Koloni Jamaika tetap dijajah Inggris hingga negeri tersebut memperoleh kemerdekaannya pada 1962.

Catatan kaki

  1. 1 2 Marly 1998, hlm. 149.

Daftar pustaka


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan