Selasa, 22 September 2026
07:55 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Interpretatio graeca

Interpretatio graeca

persamaan dan prbedaan yunani dan romawi

500px-Pompeii_-_Temple_of_Isis_-_Io_and_Isis_-_MAN.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dewi Isis (duduk di kanan) menyabut pahlawan Yunani Io di Mesir, seperti yang digambarkan di sebuah lukisan dinding di Pompeii

Interpretatio graeca (dalam bahasa Latin berarti "terjemahan Yunani" atau "interpretasi dengan cara Yunani") аdalah suatu diskursus[1] ketika konsep, praktik keagamaan, dewa-dewi, dan mitos Yunani Kuno digunakan untuk menafsirkan atau mencoba memahami mitologi dan agama kebudayaan lainnya. Maka dari itu, interpretatio graeca pada dasarnya adalah suatu metodologi komparatif yang mencari kesamaan dan ciri-ciri bersama. Frasa ini dapat mendeskripsikan upaya Yunani untuk menjelaskan keyakinan dan mitos dari kebudayaan lain, seperti saat Herodotus mendeskripsikan agama Yunani Kuno berdasarkan analog-analog Yunani, atau ketika Dionysios dari Halikarnassos dan Plutarkhos mendokumentasikan kultus, kuil, dan praktik keagamaan Romawi dengan nama-nama dewa-dewi Yunani yang setara. Interpretatio graeca juga dapat mengacu kepada interpretasi non-Yunani terhadap sistem kepercayaan mereka sendiri dengan membandingkannya atau mengasimilasikannya dengan model Yunani, seperti saat bangsa Romawi mengadaptasi mitos dan ikonografi Yunani dengan nama dewa-dewi mereka sendiri.

Referensi

  1. Mark S. Smith, God in Translation: Deities in Cross-Cultural Discourse in the Biblical World (Wm. B. Eerdmans, 2008, 2010), hlm. 246.

Bacaan lanjut

  • Assmann, Jan (2008). "Translating Gods: Religion as a Factor of Cultural (Un)Translatability". Dalam de Vries, Hent (ed.). Religion: Beyond a Concept. Fordham University Press. ISBN 9780823227242.
  • Pakkanen, Petra (1996). Interpreting Early Hellenistic Religion: A Study Based on the Mystery Cult of Demeter and the Cult of Isis. Foundation of the Finnish Institute at Athens. ISBN 978-951-95295-4-7.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

порно

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan