Senin, 21 September 2026
21:07 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

Interhalogen

Dalam kimia, senyawa interhalogen adalah molekul yang mengandung dua atau lebih atom halogen yang berbeda (fluor, klor, brom, iodin, atau astatin) dan tidak mengandung atom unsur dari kelompok lain.

Sebagian besar senyawa interhalogen yang diketahui adalah senyawa biner (hanya terdiri dari dua unsur yang berbeda). Rumusnya secara umum adalah XYn, di mana n = 1, 3, 5 atau 7, dan X adalah senyawa yang kurang elektronegatif dari kedua halogen tersebut. Nilai n dalam senyawa interhalogen selalu ganjil, karena valensi halogen yang ganjil. Semua senyawa tersebut rentan terhadap hidrolisis, dan terionisasi untuk menghasilkan ion polihalogen. Senyawa yang terbentuk dengan astatin memiliki waktu paruh yang sangat pendek karena astatin sangat radioaktif.

Tidak ada senyawa interhalogen yang mengandung tiga atau lebih halogen berbeda yang diketahui secara pasti, meskipun beberapa buku mengklaim bahwa IFCl2 dan IF2Cl telah diperoleh, dan studi teoretis tampaknya menunjukkan bahwa beberapa senyawa dalam seri BrClFn hampir tidak stabil.[1]

Beberapa interhalogen, seperti BrF3, IF5, dan ICl, merupakan agen halogenasi yang baik. BrF5 terlalu reaktif untuk menghasilkan fluor. Selain itu, iodin monoklorida memiliki beberapa aplikasi, termasuk membantu mengukur saturasi lemak dan minyak, dan sebagai katalis untuk beberapa reaksi. Sejumlah interhalogen, termasuk IF7, digunakan untuk membentuk polihalida.

Senyawa serupa terdapat dengan berbagai pseudohalogen, seperti halogen azida (FN3, ClN3, BrN3, dan IN3) dan halida sianogen (FCN, ClCN, BrCN, dan ICN).

F
Cl
Br Br2
I IBr, IBr3
At
tidak dikenal
AtBr
At2(?)
FClBrI At

Referensi

  1. Greenwood, Norman N.; Earnshaw, A. (1997), Chemistry of the Elements (Edisi 2), Oxford: Butterworth-Heinemann, hlm. 824, ISBN 0-7506-3365-4{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan