Senin, 26 Oktober 2026
07:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Insiden Amakasu

Insiden Amakasu

pembunuhan anarkis jepang

Bagikan:
250px-Mainichi_Newspaper_Article_on_Osugi_and_Ito%27s_murder_%281923%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah potongan berita dari Mainichi Shimbun, tentang kematian NlItō Noe dan Ōsugi Sakae.

Insiden Amakasu (Amakasu jiken) adalah pembunuhan terhadap dua anarkis Jepang berpengaruh dan seorang anak muda oleh polisi militer pimpinan Letnan Amakasu Masahiko, pada September 1923. Para korbannya adalah Ōsugi Sakae, seorang pemimpin informal gerakan anarkis Jepang, bersama dengan anarkis-feminis Itō Noe (istrinya), dan anak keponakan Ōsugi.[1]

Pada pertikaian yang menyusul gempa Besar Kantō 1923, otoritas Jepang membunuh banyak pembelot dan etnis Korea yang kemudian dikenal sebagai Pembantaian Kantō. Itō, Ōsugi, dan keponakannya ditangkap pada 16 September.[1] Menurut penulis dan aktivis Jakucho Setouchi, Itō, Ōsugi, dan keponakannya yang berusia 6 tahun ditangkap, ditikam sampai mati dan dilempar ke sumur oleh skuat polisi militer atas perintah Letnan Masahiko Amakasu.[2] Menurut cendekiawan sastra Patricia Morley, Itō dan Ōsugi dicekik di sel-sel mereka.[3]

Referensi

  1. 1 2 Crump, John (1993). Hatta Shūzō and Pure Anarchism in Interwar Japan (dalam bahasa Inggris). London: Palgrave Macmillan. hlm. 43. doi:10.1007/978-1-349-23038-9. ISBN 978-1-349-23040-2.
  2. ↑ Setouchi, Harumi (1993). Beauty in Disarray (Edisi 1st). Rutland, Vermont: Charles E. Tuttle Company. hlm. 18-19. ISBN 0-8048-1866-5.
  3. ↑ Morley, Patricia (1999). The Mountain is Moving: Japanese Women's Lives. University of British Columbia Press. hlm. 19. ISBN 9780774806756.

Pranala luar

Templat:Anarchism-stub

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan