Rabu, 04 November 2026
03:21 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Infantisida (zoologi)

Infantisida (zoologi)

Bagikan:
250px-Mother_lion_and_cubs.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Anak singa dapat dibunuh oleh jantan lain.[1]

Infantisida adalah tindakan pembunuhan anak hewan oleh hewan dewasa dari spesies yang sama. Fenomena ini dikaji dalam bidang zoologi, terutama etologi. Praktik infantisida telah ditemukan dalam banyak spesies hewan, terutama primata tetapi juga meliputi rotifera yang mikroskopik, serangga, ikan, amfibi, burung, dan mamalia.[2] Infantisida dapat dilakukan oleh jantan maupun betina.

Infantisida yang dipicu oleh konflik seksual terjadi ketika seekor hewan (biasanya jantan) membunuh anak hewan lain agar ia dapat berkawin dengan orang tua anak tersebut (biasanya induknya).[3] Hal ini kemudian akan memicu perlombaan senjata evolusioner antara kedua jenis kelamin, karena jenis kelamin yang menjadi korban akan berevolusi untuk mencegah hal ini.[3] Infantisida juga dapat terjadi akibat hal lain, seperti persaingan memperebutkan makanan antar betina.

Referensi

  1. ↑ Pusey, A.E.; Packer, C. (1994). "Infanticide in lions". Dalam Parmigiani, S.; vom Saal, F.S. (ed.). Infanticide and Parental Care. Harwood Academic Press, Chur, Switzerland. ISBN 9783718655052.
  2. ↑ Hoogland, J. L. (1985). "Infanticide in prairie dogs: Lactating females kill offspring of close kin". Science. 230 (4729): 1037–1040. Bibcode:1985Sci...230.1037H. doi:10.1126/science.230.4729.1037. PMID 17814930. S2CID 23653101.
  3. 1 2 Palombit, Ryne A. (2015-06-01). "Infanticide as Sexual Conflict: Coevolution of Male Strategies and Female Counterstrategies". Cold Spring Harbor Perspectives in Biology (dalam bahasa Inggris). 7 (6): a017640. doi:10.1101/cshperspect.a017640. ISSN 1943-0264. PMC 4448612. PMID 25986557.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan