Kamis, 08 Oktober 2026
09:43 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Indotyphlops

Indotyphlops

marga ular kawat

Bagikan:
Indotyphlops
250px-Ramphotyphlops_braminus_jja.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ular kawat, Indotyphlops braminus
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Serpentes
Famili: Typhlopidae
Genus: Indotyphlops
Hedges, Marion, Lipp, Marin & Vidal, 2014[1]
Artikel takson sembarang

Indotyphlops adalah genus ular buta yang menyebar di Asia Selatan hingga Indonesia. Marga ini memiliki anggota antara 20-23 spesies.

Spesies tipe adalah Indotyphlops pammeces (Günther, 1864: 444).

Etimologi

Dari perkataan indianus (~a, ~um; yang berarti ‘dari India’) dan kata benda bahasa Gerika typhlops (si buta).[1] Nama ini juga menggambarkan agihannya yang membentang dari anakbenua India hingga ke Indonesia.[2]

Pengenalan

Indotyphlops dicirikan oleh susunan sisik-sisik supralabial (bibir atas) bertipe T-III, yakni perisai supralabial ketiga bertumpang tindih dengan perisai okular atau subokular, atau tipe T-V (perisai supralabial kedua dan ketiga bertumpang tindih dengan perisai-perisai di atasnya), dan kombinasi karakter-karakter berikut:[2]

  • berukuran kecil hingga sedang (panjang total 35–365 mm)
  • tubuh gemuk hingga ramping (rasio panjang/lebar tubuh 23–130)
  • sisik-sisik di tengah badan dalam 18–22 deret; biasanya sama banyak baik di dekat kepala maupun di dekat ekor
  • 229–523 deret sisik dorsal di sepanjang tubuh
  • berekor pendek hingga relatif panjang (1.1–6.7% panjang total) dengan 7–26 deret sisik subkaudal (rasio panjang/lebar ekor antara 0.7–3.7), dengan duri ujung ekor kecil.
  • profil kepala dari sisi dorsal dan lateral membulat
  • perisai rostral sempit hingga sedang (0.22–0.66 lebar kepala)
  • sutura (sambungan) perisai nasal bagian bawah menyentuh perisai supralabial pertama atau kedua atau perisai preokular; sutura bagian atas pada beberapa spesies tampak dari sisi dorsal

Warna di sisi dorsal (punggung) cokelat terang hingga hitam, berubah berangsur-angsur ke warna yang lebih terang di sisi ventral (perut). Sekitar bibir, dagu, kloaka, dan atau ujung ekor berwarna putih (atau tak berpigmen, kemerah jambuan, atau kekuningan; beberapa spesies dengan kepala berwarna terang).[2]

Agihan

Marga ini menyebar mulai dari anak benua India (India, Pakistan, Srilangka), sebagian Asia Tenggara, dan Indonesia. Satu spesiesnya, Indotyphlops braminus, memiliki agihan kosmopolitan; sebagian adalah karena sifatnya yang partenogenesis, yang memungkinkan setiap individu tunggal membentuk koloni baru, dan karena kebiasaan hidupnya (menghuni pot atau tanah-tanah di sekitar tanaman) sehingga kerap terangkut oleh manusia yang berpindah tempat, bahkan hingga menyeberang lautan. Spekulasi mengenai asal-usulnya dari India selatan atau Srilangka didukung oleh informasi mengenai kekerabatannya yang erat dengan taksa dari kedua tempat itu.[2]

Spesies

Ada sekitar 20 spesies anggotanya:[2]

Referensi

  1. 1 2 Hedges, S.B., A.B. Marion, K.M. Lipp, J. Marin, & N. Vidal. (2014) "A taxonomic framework for typhlopid snakes from the Caribbean and other regions (Reptilia, Squamata)". Caribbean Herpetology, 49: 1–61.
  2. 1 2 3 4 5 Pyron, R.A. & Van Wallach. 2014. "Systematics of the blindsnakes (Serpentes: Scolecophidia: Typhlopoidea) based on molecular and morphological evidence". Zootaxa 3829(1): 001–081.


Ikon rintisan

Artikel bertopik reptil ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan