Sabtu, 03 Oktober 2026
11:17 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Indonesia Infrastructure Finance

perusahaan asal Indonesia

Bagikan:
PT Indonesia Infrastructure Finance
JenisPerseroan terbatas
IndustrIJasa keuangan
Wilayah yang dilayani
Indonesia
Tokoh kunci
Reynaldi Hermansjah[1]
(Direktur Utama)
Darmin Nasution[2]
(Komisaris Utama)
Produk
Layanan
  • Uji tuntas
  • Perencanaan proyek
  • Konsultansi pasar
  • Studi kelayakan
  • Analisis dukungan pemerintah
  • Penyiapan struktur komersial
  • Negosiasi proyek
  • Lelang atau pengadaan proyek
  • Institusionalisasi proyek
  • Konsultansi kebijakan
  • Kajian ekonomi
  • Penasehatan keuangan
PendapatanKenaikan Rp 951,095 miliar (2021)[3]
Kenaikan Rp 41,248 miliar (2021)[3]
Total asetPenurunan Rp 14,551 triliun (2021)[3]
Total ekuitasKenaikan Rp 2,222 triliun (2021)[3]
PemilikSMI (30%)
IFC (19,99%)
ADB (19,99%)
DEG (15,12%)
SMBC (14,90%)
Jumlah karyawan
Kenaikan 116 (2021)[3]

PT Indonesia Infrastructure Finance atau biasa disingkat menjadi IIF, adalah sebuah perusahaan asal Jakarta yang menyediakan berbagai macam layanan yang terkait dengan pembiayaan infrastruktur.[3][4]

Hingga akhir tahun 2019, total pembiayaan yang telah dikucurkan oleh perusahaan ini untuk pembangunan infrastruktur mencapai Rp 11 triliun, dengan 55% di antaranya dikucurkan untuk pembangunan infrastruktur jalan tol, energi terbarukan, dan sumber daya air.[5]

Sejarah

Perusahaan ini didirikan pada bulan Januari 2010 sebagai sebuah joint venture antara Sarana Multi Infrastruktur (SMI), International Finance Corporation (IFC), Asian Development Bank (ADB), dan Deutsche Investitions-und Entwicklungsgesellschaft (DEG) untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia. Pada tahun 2011, perusahaan ini mendapat pendanaan senilai US$ 100 juta dari Bank Dunia. Pada tahun 2012, Sumitomo Mitsui Banking Corporation resmi menjadi salah satu pemegang saham perusahaan ini. Pada tahun 2013, untuk pertama kalinya, perusahaan ini memberi pinjaman komersial, yakni untuk proyek pembangunan Jalan Tol Cikopo-Palimanan senilai Rp 500 miliar. Pada tahun 2014, perusahaan ini mendapat pendanaan sebesar US$ 250 juta dari IFC. Pada tahun 2015, perusahaan ini mengikuti konferensi Euromoney untuk meningkatkan ekuitas mereknya. Pada tahun 2017, perusahaan ini meneken perjanjian kredit sebesar JP¥ 8 miliar dengan Japan International Cooperation Agency (JICA). Pada tahun 2018, perusahaan ini menyediakan penjaminan untuk proyek pembangunan PLTB pertama di Sulawesi Selatan dengan kapasitas terpasang mencapai 70 MW. Pada tahun 2020, perusahaan ini juga ikut berpartisipasi dalam memberikan pinjaman sindikasi senilai US$ 50 juta untuk proyek pembangunan PLTB tersebut. Pada tahun 2021, perusahaan ini ikut berpartisipasi dalam memberikan pinjaman sindikasi untuk proyek pembangunan jalur kereta api Makassar–Parepare.[3][4]

Referensi

  1. ↑ "Dewan Direksi". PT Indonesia Infrastructure Finance. Diakses tanggal 3 April 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Dewan Komisaris". PT Indonesia Infrastructure Finance. Diakses tanggal 3 April 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 4 5 6 7 "Laporan Tahunan 2021" (PDF). PT Indonesia Infrastructure Finance. Diakses tanggal 3 April 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 "Sekilas Perusahaan". PT Indonesia Infrastructure Finance. Diakses tanggal 3 April 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Indonesia Infrastructure Finance targetkan pembiayaan Rp 14,5 triliun pada tahun 2020". Kontan.co.id. 2019-12-19. Diakses tanggal 2020-03-14.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan