Senin, 19 Oktober 2026
18:12 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Kerajaan India-Skithia

Kerajaan India-Skithia

Bagikan:
Kerajaan India-Skithia
200 SM–400
Teritori (garis penuh) dan ekspansi (garis putus-putus) Kerajaan India-Skithia pada puncuk kejayaannya.
Teritori (garis penuh) dan ekspansi (garis putus-putus) Kerajaan India-Skithia pada puncuk kejayaannya.
Ibu kotaSigal
Taxila
Mathura
Bahasa umumBahasa Skithia
Bahasa Persia
Pali (aksara Kharoshthi)
Sansakerta, Prakrit (Aksara Brāhmī)
Kemungkinan bahasa Aram
Agama Buddhisme
Hinduisme
Politeisme Yunani
Zoroastrianisme
PemerintahanMonarki
Raja 
• 85–60 SM
Maues
• 10-an M
Hajatria
Era SejarahAntikuitas
• Didirikan
200 SM
• Dibubarkan
400
Didahului olehDigantikan oleh
krjKerajaan
Yunani-Baktria
krjKerajaan
Yunani-India
ksrKekaisaran
Maurya
ksrKekaisaran
Kushan
ksrKekaisaran
Sassaniyah
krjKerajaan
Gupta

Kerajaan India-Skithia atau Kerajaan Saka adalah kerajaan di India utara dan Asia Tengah dari dari sekitar 200 SM sampai 400 M. Kerajaan ini berdiri seiring migrasi bangsa Skithia (disebut juga bangsa Saka) ke Baktria, Sogdiana, Arakhosia, Gandhara, Kashmir, Punjab, Gujarat, Maharashtra dan Rajasthan.

Sejarawan kuno seperti Arrian dan Ptolemaios menyebut bahwa bangsa Saka pada awalnya adalah bangsa yang nomaden. Ptolemaios menulis bahwa "Tanah bangsa Saka adalah milik kaum nomaden, mereka tidak memiliki kota tetapi menghuni hutan dan gua."[1] Namun, Italo Ronca, dalam studinya yang terinci mengenai naskah Ptolemaios, mengatakan bahwa keterangan Ptolemaios meragukan.[2]

Raja Saka pertama di India adalah Maues atau Moga yang mendirikan kekuasaan bangsa Saka di Gandhara dan secara berangsur-angsur memperluas wilayahnya ke India barat laut. Kerajaan India-Skithia berakhir dengan Satrap Baratnya yang terakhir adalah Rudrasimha III pada 395 M.

Catatan kaki

  1. ↑ Ptolemy vi, xiii (1932), hlm. 143.
  2. ↑ Ronca (1971), hlm. 39, 102, 108.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Indo-Scythians.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan