Rabu, 30 September 2026
01:02 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang

Imbangala

Bagikan:

Imbangala atau Mbangala adalah sekelompok prajurit dan penjarah Angola dari abad ke-17 yang mendirikan Kerajaan Kasanje.

Mereka pertama kali muncul di Angola pada permulaan abad ke-17. Asal-usul mereka masih diperdebatkan. Imbangala merupakan masyarakat kemiliteran dengan keanggotaan yang berbasis pada ritus inisiasi alih-alih kekerabatan. Agar aspek ritus inisiasi ini tetap dapat dipertahankan, semua anak yang lahir di dalam kilombo (desa) harus dibunuh. Wanita diperbolehkan pergi dari kilombo untuk melahirkan, tetapi begitu mereka kembali, anaknya tidak dianggap sebagai anggota Imbangala sampai anak tersebut telah menjalani ritus inisiasi. Anak-anak ini lalu menjalani pelatihan setiap hari agar siap menjadi prajurit Imbangala suatu saat nanti. Saat pelatihan, mereka mengenakan kerah yang tidak bisa dilepas bahkan setelah menjalani ritus inisiasi; kerah ini baru dapat dicopot setelah mereka membunuh seseorang dalam pertempuran.[1]

Kelompok Imbangala juga membalur diri mereka dengan baluran maji a samba yang diyakini akan membuat mereka kebal asalkan mereka tetap mengikuti aturan yijila yang mewajibkan pembunuhan anak, kanibalisme, dan ketiadaan kepengecutan.[1]

Referensi

  1. 1 2 Thomas and Desch-Obi, M and J (2008). Fighting for Honor: The History of African Martial Art Traditions in the Atlantic World. Univ of South Carolina Press. hlm. 23.


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan