Biografi ini memerlukan lebih banyak catatan kaki untuk pemastian. Bantulah untuk menambahkan referensi atau sumber tepercaya. Materi kontroversial atau trivial yang sumbernya tidak memadai atau tidak bisa dipercaya harus segera dihapus, khususnya jika berpotensi memfitnah. Cari sumber: "Imam Edy Mulyono" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR (Maret 2025) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini) |
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia. Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus. |
Imam Edy Mulyono | |
|---|---|
| Duta Besar Indonesia untuk Venezuelake-12 | |
| Masa jabatan 14 September 2020 –24 Maret 2025 | |
| Presiden | Joko Widodo |
| Pendahulu | Mochammad Luthfie Witto'eng |
| Pengganti | Fikry Cassidy |
| Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat | |
| Masa jabatan 27 Oktober 2017 –4 Desember 2017 | |
| Pendahulu | Benny Susianto |
| Pengganti | M Bambang Taufik |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 24 Maret 1961 (umur 65) |
| Almamater | Akademi Militer (1984) |
| Karier militer | |
| Pihak | Indonesia |
| Dinas/cabang | |
| Pangkat | |
| Satuan | Infanteri |
Imam Edy Mulyono (lahir 24 Maret 1961)[1] adalah seorang Purnawirawan perwira tinggi TNI-AD yang sebelumnya menjabat sebagai Koorsahli Panglima TNI.[2],Panglima PBB di Sahara Barat dan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat.[3]
PBB Beri Mandat Mayjen Imam Edy Mulyono Pimpin Pasukan di Sahara Barat
Pejabat Tinggi TNI ketiga dari Indonesia yang mendapatkan kepercayaan menduduki jabatan strategis (leadership position) pada UN PKOs. Pada tahun 1976-1978, Mayjen TNI Rais Abin (kini Letjen TNI Purn.) menduduki posisi FC pada UN Emergency Force (UNEF), Mesir, dan Brigjen TNI Susilo Bambang Yudhoyono (kini Jenderal TNI Purn. mantan Presiden RI ke-6) menjabat sebagai Chief Military Observer pada misi United Nations Transitional Authority in Eastern Slavonia, Baranja and Western Sirmium (UNTAES), Kroasia (1995-1996).[4]
Sekretaris Jenderal (Sekjen PBB) Ban Ki-moon menunjuk Mayor Jenderal (Mayjen) Imam Edy Mulyono sebagai komandan pasukan PBB di Sahara Barat (Force Commander United Nations Mission for the Referedum in Western Sahara). Penunjukan Mayjen Imam Edy Mulyono didukung penuh dan disambut baik oleh seluruh anggota Dewan Keamanan PBB, dan Pemerintah Maroko selaku host country MINURSO, sebagaimana diungkapkan oleh Wakil Tetap RI untuk PBB, Duta Besar Desra Percaya, dalam keterangan pers. Penunjukan tersebut tentunya menjadi kebanggaan bagi Indonesia sebagai penyumbang pasukan utama pada berbagai misi perdamaian PBB. Penunjukan ini merefleksikan kepercayaan tinggi PBB atas peran dan kontribusi penting Indonesia. Mayjen TNI Imam Mulyono menggantikan Mayjen Abdul Hafiz (Bangladesh) dan memimpin sekitar 236 personil PBB yang terdiri atas komponen militer dan polisi yang berasal dari setidaknya 33 negara selama tiga tahun (2013-2015). MINURSO merupakan misi Pasukan Perdamaian PBB (United Nations Peace Keeping Operations/UN PKOs) yang dibentuk berdasarkan resolusi Dewan Keamanan 690 (1991), sejalan dengan kesepakatan antara Pemerintah Maroko dan kelompok Frente Popular para la Liberacin de Saguia el-Hamra y de Ro de Oro (Frente POLISARIO), pada tanggal 30 Agustus 1988. MINURSO dimandatkan untuk sejumlah tugas, di antaranya mengawasi gencatan senjata, memverifikasi penurunan jumlah pasukan Maroko di wilayah Sahara Barat serta melakukan dan memastikan terselenggaranya referendum yang bebas dan adil dalam penentuan nasib rakyat di wilayah Sahara Barat.
Riwayat jabatan
bagian biografi ini berkualitas rendah karena ditulis menyerupai resume atau daftar riwayat hidup (Curriculum Vitae). Tolong bantu perbaiki agar netral dan ensiklopedis. |
- Paban II/Binlat Sopsad
- Komandan PMPP TNI (2011–2013)
- TA. Pengkaji Madya Bid. Tannas Lemhannas[5]
- Panglima PBB di Sahara Barat 2013_2015.(UN.Force Commander in MINURSO, Western Sahara)
- Pa Sahli Tk. III Bid. Hubint Panglima TNI (2016–2017)
- Kaskostrad (2017–2018)
- Perwira Sahli Tk. III Bid. Komsos Panglima TNI (2018)
- Koorsahli Panglima TNI (2018–2018)
Tanda Kehormatan
Venezuela :
Grand Cross of the Order of Francisco de Miranda (2025)[6]
Referensi
- ↑ ""Profil Imam Edy Mulyono"". Diarsipkan dari asli tanggal 2018-03-11. Diakses tanggal 2018-03-10.
- ↑ ""126 Perwira Tinggi TNI di Mutasi dan Promosi Jabatan"". Diarsipkan dari asli tanggal 2018-07-04. Diakses tanggal 2018-07-04.
- ↑ ""Mutasi Jabatan 91 Perwira Tinggi TNI"". Diarsipkan dari asli tanggal 2017-11-03. Diakses tanggal 2017-11-01.
- ↑ "Mayjen Imam Edy Mulyono ditunjuk jadi komandan pasukan PBB di Sahara"
- ↑ "Selamat Jalan Brigjen TNI Imam Edy Mulyono"
- ↑ "Venezuela Honors Indonesian Ambassador with Francisco de Miranda Order, Strengthening Bilateral Ties - teleSUR English". www.telesurenglish.net (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-05-10.
| Jabatan diplomatik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Mochammad Luthfie Witto'eng |
Duta Besar Indonesia untuk Venezuela 2020–2025 |
Diteruskan oleh: Fikry Cassidy |
| Jabatan militer | ||
| Didahului oleh: Mayjen TNI Benny Susianto |
Kaskostrad 27 Oktober 2017–4 Desember 2017 |
Diteruskan oleh: Mayjen TNI M Bambang Taufik |
| Didahului oleh: Mayjen TNI Mochamad Rahmat |
Pa Sahli Tk. III Bid. Hubint Panglima TNI 16 September 2016–27 Oktober 2017 |
Diteruskan oleh: Mayjen TNI Muhammad Herindra |
| Didahului oleh: Brigjen TNI I Gede Sumertha |
Kepala PMPP TNI 2011–2013 |
Diteruskan oleh: Kolonel Inf Anto Mukti Putranto |
Artikel bertopik biografi tokoh militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |