Minggu, 11 Oktober 2026
16:07 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Ilustrado

Ilustrado

Bagikan:
250px-Ilustrados_1890.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrados

Ilustrado (bahasa Spanyol:terpelajar) adalah istilah yang digunakan untuk kaum terpelajar di Filipina selama masa kolonial Spanyol pada akhir abad ke-19. Mereka adalah masyarakat kelas menengah yang bersekolah menggunakan bahasa Spanyol dengan ide-ide liberalisme Spanyol serta nasionalis Eropa. Kelas ilustrado terdiri dari intelektual pribumi dengan campuran berbagai ras dan bahasa: Indios, Kreol (Insulares), dan Mestizos Filipino. Stanley Karnow, dalam karyanya In Our Berkas: America’s Empire in the Philippines, menyebut Ilustrado sebagai "kaum terpelajar yang kaya", karena banyak diantaranya adalah anak-anak dari pemilik tanah yang kaya raya. Ilustrado merupakan tokoh kunci dalam perkembangan nasionalisme Filipina.[1][2][3][4][5][6]

Sejarah

250px-Filipino_Ilustrados_Jose_Rizal_Marcelo_del_Pilar_Mariano_Ponce.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrado: José Rizal, Marcelo H. del Pilar dan Mariano Ponce (dari kiri ke kanan).

Di antara ilustrado yang terkenal adalah Graciano López Jaena, Marcelo H. del Pilar, Mariano Ponce, Antonio Luna dan José Rizal, pahlawan nasional Filipina. Novel Rizal Noli Me Tangere ("Jangan Sentuh Saya") dan El filibusterismo ("Subversif") “menunjukkan kepada dunia ketidakadilan terhadap rakyat Filipina di bawah rezim kolonial Spanyol”.[5][7]

Pada awalnya, Rizal dan temannya ilustrados lainnya tidak menginginkan kemerdekaan Filipina dari Spanyol, namun mendapatkan kesamaan hak antara Peninsulares (orang Spanyol) dengan penduduk pribumi —Indios, Kreol, dan Mestizos Filipino di koloni tersebut. Di antara tuntutan reformasi politik, religius, dan ekonomi yang diminta oleh ilustrados adalah "Filipina terwakili dalam Cortes Generales dan sebagai salah satu provinsi Spanyol” serta sekularisasi paroki".[6][7]

Pada taun 1872, sentimen nasionalis menguat, di mana 3 pendeta Filipina yang dituduh memimpin dalam Pemberontakan Cavite dieksekusi mati oleh aparat Spanyol. Peristiwa ini beserta peristiwa represif lainnnya membuat marah para ilustrado.[6] Karena tulisannya dan aktivitasnya, Rizal dieksekusi oleh Spanyol pada 30 Desember 1896. Eksekusi Rizal memicu para ilustrado untuk memberontak melawan Spanyol.

Kebijakan Filipina di bawah Amerika Serikat semakin menguatkan posisi ilustrado dominan dalam masyarakat Filipina. Sebagian besar posisi pemerintahan juga ditawarkan pada mereka.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Glossary: Philippines, Area Handbook Series, Country Studies, Federal Research Division, Library of Congress, LOC.gov (undated), retrieved on: July 30, 2007
  2. ↑ Grimsley, Mark. The Philippine War: 1899-1902, Ohio-State.edu, 1993, 1996 Diarsipkan 2012-10-09 di Wayback Machine, retrieved on: August 1, 2007
  3. ↑ Karnow, Stanley. In Our Berkas: America’s Empire in the Philippines, Ballantine Books, Random House, Inc., March 3 1990, 536 pages, page 15. - ISBN 0-345-32816-7
  4. ↑ The Rise of the Philippine Middle Class (Ilustrados), Mega Essays LLC, MegaEssays.com, 2007, retrieved on: August 1, 2007
  5. 1 2 Philippines: The Spanish Colony, Student Encyclopedia Article, Encyclopaedia Britannica Online, Encyclopaedia Britannica, Inc., Britannica.com, retrieved on: August 1, 2007
  6. 1 2 3 History of the Philippines, Embassy of the Republic of the Philippines, Department of Foreign Affairs, PhilippineEmbassy-USA.org (undated) Diarsipkan 2007-07-13 di Wayback Machine, retrieved on: August 1, 2007
  7. 1 2 Salvador, Fr. Emerson, Liberalism in the Philippines, The Revolution of 1898: The Main Facts, Newsletter of the District of Asia, Society of St. Pius X, District of Asia, January - March 2002, retrieved on: August 1, 2007
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan