Iltizam (bahasa Arab:التزام, translit. iltizām) adalah bentuk pengumpulan pajak yang muncul pada abad ke-15 di Kesultanan Utsmaniyah. Sistem ini dimulai pada masa pemerintahan Mehmed Sang Penakluk dan dihapuskan selama reformasi Tanzimat pada tahun 1856.
Iltizam dijual oleh pemerintah kepada tokoh-tokoh kaya, yang kemudian akan menuai keuntungan hingga lima kali lipat dari jumlah yang telah mereka bayarkan dengan memungut pajak dari para petani dan mengambil hasil produksi pertanian. Sistem ini sangat menguntungkan dan sangat bermanfaat bagi aristokrasi Mesir di bawah pemerintahan Mamluk, serta membantu menciptakan elit yang besar dan kuat. Di Mesir, sistem ini dihapuskan oleh Muhammad Ali sebagai bagian dari upaya sentralisasinya pada awal abad ke-19. Setelah menyita tanah iltizam milik ulama, Muhammad Ali mengenakan pajak atas pendapatan wakaf mereka yang signifikan (dan sebelumnya bebas pajak).
Pemegang iltizam disebut mültezim (Turki Utsmaniyah:ملتزم).
Iltizam biasanya merupakan perjanjian tahunan. Sistem malikâne (Turki Utsmaniyah:مالكانه), yang dikembangkan sebagai pengganti iltizam, berlaku seumur hidup.[1]
Referensi
- ↑ An Introduction to Religious Foundations in the Ottoman Empire. Barnes. 1987. ISBN 9789004086524.
Bacaan lanjutan
- Abd Al-Rahim / Y. Nagata: The Iltizam System in Egypt and Turkey - A Comparative Study. JaAAS, 14 (1977), 169-194.