Sabtu, 31 Oktober 2026
12:59 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Iklim Eropa

Iklim Eropa

Bagikan:
500px-Koppen-Geiger_Map_Europe_present.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah Klasifikasi iklim Köppen-Geiger di peta Eropa.[1]

Iklim Eropa umumnya merupakan iklim sedang. Sebagian besar Eropa Barat memiliki iklim samudra, dalam klasifikasi iklim Köppen, yang menyebabkan musim panas yang dingin hingga hangat dan musim dingin yang dingin dengan langit yang selalu mendung. Eropa Selatan memiliki iklim Mediterania yang khas, yang menampilkan musim panas yang hangat hingga panas, kering, musim dingin yang dingin hingga yang sangat dingjn, dan langit yang sering cerah. Eropa Timur Tengah diklasifikasikan memiliki iklim benua, yang menyababkan musim panas yang hangat hingga terik dan musim dingin yang dingin. Iklim Eropa Barat memiliki kondisi kuat oleh Arus Teluk, yang menjaga udara tetap dingin (untuk garis lintang) di atas Eropa Barat Laut pada bulan-bulan musim dingin, terutama di Irlandia, Inggris dan pesisir Norwegia.

Bagian dari dataran Eropa tengah memiliki iklim samudra/benua hibrida. Empat musim terjadi di sebagian besar Eropa jauh dari Mediterania. Dataran rendah pesisir di Cekungan Mediterania memiliki lebih banyak pola musim hujan dan kemarau, musim hujan berlangsung dari Oktober hingga Februari sedangkan musim kemarau terjadi di bulan-bulan musim panas di mana curah hujan rendah untuk beberapa tahun, yang dapat menjadi sangat ekstrem atau langka.

Referensi

  1. ↑ Beck, Hylke E.; Zimmermann, Niklaus E.; McVicar, Tim R.; Vergopolan, Noemi; Berg, Alexis; Wood, Eric F. (30 Oktober 2018). "Present and future Köppen-Geiger climate classification maps at 1-km resolution". Scientific Data (dalam bahasa Inggris). 5: 180214. Bibcode:2018NatSD...580214B. doi:10.1038/sdata.2018.214. ISSN 2052-4463. PMC 6207062. PMID 30375988.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik Eropa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan