Rabu, 07 Oktober 2026
22:24 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Ikigai

Ikigai

Bagikan:

Ikigai adalah istilah Jepang untuk menjelaskan kesenangan dan makna kehidupan.[1] Kata itu secara harfiah meliputi iki, yang berarti kehidupan dan gai, yang berarti nilai.[2] Ikigai kadang diekspresikan sebagai “alasan untuk bangun di pagi hari”. Ikigai-lah yang memberikan motivasi berkelanjutan untuk menjalani hidup, atau bisa juga dibilang bahwa ikigai-lah yang memberikan gairah hidup yang membuat semangat dalam menyambut kedatangan setiap hari baru.[1]

250px-Ikigai-EN.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diagram Venn ikigai

Gambaran singkat

Pada tahun 2001 dalam penelitiannya, Akihiro Hasegawa—seorang psikolog klinis dan profesor di Universitas Toyo Eiwa—menempatkan kata ikigai sebagai bagian dari bahasa sehari-hari Jepang. Itu terdiri dari dua kata: iki, yang berarti kehidupan dan gai, yang berarti nilai.[2]

Menurut Hasegawa, asal mula kata ikigai muncul di periode Heian (794 ke 1185). “Gai datang dari kata kai (tempurung kerang dalam bahasa Jepang) yang dianggap sangat bernilai, dan dari situ ikigai diartikan sebagai kata yang berarti nilai kehidupan.” Hasegawa menemukan bahwa orang Jepang percaya apabila mengumpulkan kebahagiaan-kebahagiaan kecil dalam kehidupan sehari-hari akan membuat hidup lebih berarti dan penuh.[2]

Dalam bincang-bincang TED berjudul “Cara untuk hidup hingga usia 100+”, seorang penulis asal Amerika, Dan Buettner, membahas ikigai secara spesifik sebagai sebuah etos bagi kesehatan dan usia panjang. Buettner menjelaskan ciri-ciri gaya hidup dari lima tempat di dunia tempat orang-orang berumur lebih panjang. Ia menyebut lima tempat itu sebagai “Zona Biru”, wilayah-wilayah itu memiliki budaya dan tradisi sendiri yang menyumbang pada usia hidup yang panjang. Lima "Zona Biru" antara lain: Sardinia di Italia; Okinawa di Jepang; Loma Linda, Kalifornia di Amerika Serikat; Semenanjung Nicoya di Kosta Rika; dan Ikaria di Yunani.[1][3]

Okinawa merupakan rantai pulau di Jepang paling selatan. Di sana terdapat banyak warga berusia lebih dari seratus tahun. Buettner mengutip kata-kata warganya sebagai kesaksian terhadap inti ikigai: seorang master karate usia 102 tahun memberitahunya bahwa ikigai-nya adalah memelihara seni bela dirinya.[1][3]

Untuk menemukan ikigai, para ahli merekomendasikan untuk memberi empat pertanyaan kepada diri sendiri, antara lain:[4]

  • apa yang saya sukai?
  • apa yang bisa saya lakukan dengan baik?
  • apakah kemampuan saya itu layak mendapat bayaran?
  • apa yang dibutuhkan dunia dari saya?

Konsep Ikigai[5]

Konsep Ikigai telah dijalani oleh sebagian besar masyarakat Jepang. Masyarakat Jepang percaya dengan menumbuhkan Ikigai dalam hidup, mereka semakin menemukan makna dalam kehidupan dan hal ini membuat sebagian besar orang Jepang memiliki angka harapan hidup yang tinggi. Terbukti bahwa Jepang adalah negara kedua dengan tingkat harapan hidup yang tinggi setelah Monako.

Alasan seseorang untuk bangun di pagi hari tidak selalu merupakan sesuatu hal yang besar. Terkadang dari hal-hal kecil dan sederhana, kita menemukan makna dari kebahagiaan. Misalnya, menikmati matahari terbit, minum kopi pahit yang hangat, memasak makanan untuk disantap bersama keluarga, ataupun hal-hal sederhana lainnya yang tanpa kita sadari dapat membuat hati ini bersemangat dan bahagia saat melakukannya.

Seseorang yang menerapkan Ikigai akan tahu alasan mereka harus bangun pagi, harus memperjuangkan sesuatu, dan mereka memiliki harapan. Jika kita hidup tanpa mengetahui Ikigai, hidup akan terasa sepi tanpa makna.

Referensi

  1. 1 2 3 4 Mogi, Ken (2018). The Book of Ikigai: Make Life Worth Living (dalam bahasa Indonesia). Jakarta: Noura (PT Mizan Publika). ISBN 978-602-385-415-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 3 Mitsuhashi, Yukari (8 September 2017). "Ikigai: Bagaimana konsep orang Jepang meningkatkan kerja dan hidup mereka". bbc.com. Diakses tanggal 16 November 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 Buettner, Dan, How to live to be 100+ (dalam bahasa Inggris), diakses tanggal 2019-11-16
  4. ↑ Widyaningrum, Gita Laras (9 Februari 2019). "Benarkah dengan Menemukan Ikigai, Hidup Jadi Lebih Bermakna?". nationalgeographic.grid.id. Diakses tanggal 16 November 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Adita Putri, Bintang (2020-09-14). "Ikigai, Filosofi Hidup Orang Jepang yang Perlu Ditiru". KEMENKEU. Diakses tanggal 4 Juni 2024.


Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan