Sabtu, 31 Oktober 2026
02:37 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Dinasti Ikhsyidiyah

Dinasti Ikhsyidiyah

Bagikan:
Ikhsyidiyah
إخشيديون (ar-kl)
935–969
Peta Dinasti Ikhsyidiyah dengan batas negara Arab modern
Peta Dinasti Ikhsyidiyah dengan batas negara Arab modern
StatusNegara bawahan Abbasiyah
Ibu kotaFustat
Bahasa umumArab klasik (utama), Turk (militer)
Agama Islam (utama), Kristen Koptik
PemerintahanWali
Wali 
• 935–946
Muhammad bin Tughj al-Ikhsyid
• 946–961
Abu'l-Qasim Unujur bin al-Ikhsyid
• 961–966
Abu'l-Hasan Ali bin al-Ikhsyid
• 966–968
Abu'l-Misk Kafur
• 968–969
Abu'l-Fawaris Ahmad bin Ali bin al-Ikhsyid
Sejarah 
• Didirikan
935
• Dibubarkan
969
Mata uangDinar
Didahului olehDigantikan oleh
klfKekhalifahan
Abbasiyah
klfKekhalifahan
Abbasiyah

Dinasti Ikhsyidiyah adalah dinasti yang memerintah Mesir pada tahun 935 sampai 969. Muhammad bin Tughj al-Ikhshid, adalah seorang tentara budak keturunan Turki,[1][2][3] yang ditunjuk sebagai Gubernur oleh Kekhalifahan Abbasiyah[4] Dinasti menggunakan gelar Arab Wali karena posisi mereka sebagai gubernur di bawah Abbasiyah. Ikhsyidiyah berkuasa sampai Fatimiyah menguasai Fustat pada tahun 969.[5]

Berdiri

250px-Dinar_of_Muhammad_al-Ikhshid.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Koin emas Dinasti Ikhsyidiyah yang menunjukkan bukti numismatik awal kekuasaan dinasti tersebut setelah berdiri di Mesir pada abad ke-10.

Berdirinya negara Ikhsyidid adalah bagian dari disintegrasi dan desentralisasi Abbasiyah karena perluasan wilayah setelah anarki di Samarra, dimana pemerintahan menjadi lebih terdesentralisasi. Pendirinya, Muhammad bin Tughj al-Ikhsyid, memiliki beberapa bentuk kekuatan militer [6] dan bersahabat dengan Mu'nis al-Muzaffar, seorang pemimpin militer yang kuat. Sebelum diangkat ke Futsat dia memegang jabatan Gubernur Damaskus. Dia pertama kali diangkat menjadi Gubernur Mesir pada 933 tetapi bukan merupakan tugas pertamanya.[7] Pada 935 dia diangkat untuk kedua kalinya menjadi gubernur sementara negara tersebut dalam keadaan perang dengan berbagai faksi. Dia meluncurkan sebuah kampanye untuk menaklukkan Mesir melalui darat dan laut, pasukan angkatan laut membawa Tinnis dan mampu memaksa mundur Ahmad bin Kayghalagh sebagai lawan utama, dan memfasilitasi masuknya Ibnu Tughj ke Futsat pada bulan Agustus.[8] Fatimiyah merupakan ancaman utama pada saat itu dan banyak usaha dilakukan untuk mengusir mereka, yang berpuncak pada kekalahan mereka oleh Ubaidillah, saudara laki-laki Ibnu Tughj pada 936 November.[9] Stabilitas terjadi pada tahun-tahun awal, dengan tidak adanya kekacauan ekonomi dan serangan Badui ditambah dengan larangan penjarahan yang membantu menenangkan Mesir. Ibnu Tughj mendapatkan gelar kehormatan (laqab) Al-Ikhshīd, yang berarti "Raja orang Farisi" dari Abbasiyah dan penunjukan resmi tiba pada bulan Juli 939.[10]

Konsolidasi

Muhammad bin Ra'iq mengambil alih Suriah pada 939, yang mengancam Mesir. Dengan marah, ibnu Tughj mengancam untuk membelot ke Kekhalifahan Fatimiyah, yang merupakan musuh Abbasiyah, padahal ibnu Tughj diangkat sebagai gubernur de jure yang tidak resmi oleh khalifah Abbasiyah. Namun, tindakannya yang defensif pada akhirnya mencapai kesepakatan dengan ibnu Ra'iq bahwa ibnu Tughj akan tetap memiliki Mesir dan Suriah untuk ibnu Ra'iq, dibatasi sepanjang Ramlah hingga Tiberias.[11] Pada tahun 944 ibnu Tughj memberikan jabatan gubernur Mesir, Suriah dan Hijaz selama 30 tahun ke keluarganya, dan pos-pos ini akan diberikan kepada anaknya, Abu'l-Qasim.[12] Sebelumnya pada tahun 942 ia mulai membuat koin atas namanya sendiri, dan melakukan perubahan sistem kekuasaan di Baghdad dengan mengurangi kekuasaan sentralistik. Pada 945 dia mengalahkan Sayf al-Dawla, musuhnya yang lain yang mengambil alih Damaskus,[13] yang menghasilkan sebuah gencatan senjata sampai kematiannya pada tahun 946. Abu'l-Qasim mewarisi konflik dengan Sayf al-Dawla dan melawannya di Damaskus, dan al-Dawla segera menduduki Aleppo pada tahun 947. Ada pemberontakan yang terus menerus oleh Ghabun, gubernur Mesir Tengah yang berhasil menduduki Futsat sebelum kematiannya pada tahun yang sama. Meskipun demikian, kelanjutan kebijakan penahanan oleh Kafur berhasil dilakukan untuk menegosiasikan penyelesaian antara konflik antara Ikhsyidid dan Dinasti Hamdaniyah di mana Damaskus dipimpin oleh orang Mesir lagi dan menyebabkan penghormatan kepada Hamdanid berhenti, dengan perbatasan sebagian besar sesuai dengan status quo ante bellum.[14] Perdamaian ini praktis menyelesaikan perbatasan Ikhsyidid dan meninggalkan Fatimiyah, sekali lagi sebagai ancaman utama, dengan pihak Bizantium sekarang bertanggung jawab atas Hamdanid. Kafur memegang kekuasaan setelah kematian ibnu Tughj pada tahun 946 yang sangat dipandang di kalangan orang sezaman.[14]

Kemunduran

Penyerbuan Nubia terjadi pada tahun 950 dan invasi yang lebih serius terjadi pada tahun 965, ketika Aswan dijarah. Ini bertepatan dengan peristiwa kelaparan pada tahun 963-968 sementara itu Berber, Badui dan Qarmatians semuanya memanfaatkan negara yang lemah tersebut.[15] Pada tahun 966 Kafur mengambil alih setelah kematian Abu'l-Hasan, yang kemudian meningkatkan ketidakpastian karena statusnya sebagai seorang kasim. Meskipun demikian ia menerima gelar 'Ustādz,' yang berarti "tuan", dari Baghdad, yang secara legal memberinya legitimasi. Ibnu Killis, wali Kafur, ditangkap menyusul kematian Kafur pada tahun 968. Setelah dibebaskan ia melakukan perjalanan ke Fatimiyah Ifriqiyah dan memberikan informasi penting kepada mereka.[16] Pada tahun 934 sebuah invasi Fatimiyah yang dipimpin oleh kasim Raydan berhasil menaklukan Alexandria tetapi kemudian dipecat.[17] Baru kemudian usaha Jenderal Fatimiyah Jawhar al-Siqilli berhasil menaklukkan Mesir pada tahun 969. Ubaidillah, saudara Muhammad bin Tughj, bertahan di Suriah sampai bulan Maret 970, yang kemudian dia dapat dikalahkan dan dipenjarakan oleh Ja'far bin Fallah, menandakan berakhirnya dinasti Ikhsyidid sebagai penguasa yang berkuasa.

Wali Mesir dan Syam di bawah Dinasti Ikhsyidiyah

Gelar Nama Rezim
Gubernur Otonomi Mesir & Syam selatan untuk Abbasiyah
Wali
ولی
Muhammad bin Tughj al-Ikhsyid
محمد بن طغج الإخشيد
935 - 946
Wali
ولی
Abu'l-Qasim Unujur bin al-Ikhsyid
أبو القاسم أنوجور بن الإخشيد
946 - 961
Wali
ولی
Abu'l-Hasan Ali bin al-Ikhsyid
أبو الحسن علي بن الإخشيد
961 - 966
Wali
ولی
Abu'l-Misk Kafur
أبو المسك كافور
966 - 968
Wali
ولی
Abu'l-Fawaris Ahmad bin Ali bin al-Ikhsyid
أبو الفوارس أحمد بن علي بن الإخشيد
di bawah perwalian pamannya, al-Hasan bin Ubayd Allah
968 - 969
Jenderal Fatimiyah Jawhar al-Siqilli menguasai Mesir. Al-Hasan bin Ubaidillah bertahan di Suriah hingga tahun 970.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Abulafia, David (2011). The Mediterranean in History. hlm. 170.{{cite book}}: Tautan eksternal dalam |ref=
  2. ↑ Haag, Michael (2012). The Tragedy of the Templars: The Rise and Fall of the Crusader States.{{cite book}}: Tautan eksternal dalam |ref=
  3. ↑ Bacharach, Jere L. (2006). Medieval Islamic Civilization: A-K, index. hlm. 382.{{cite book}}: Tautan eksternal dalam |ref=
  4. ↑ C.E. Bosworth, The New Islamic Dynasties, (Columbia University Press, 1996), 62.
  5. ↑ The Fatimid Revolution (861-973) and its aftermath in North Africa, Michael Brett, The Cambridge History of Africa, Vol. 2 ed. J. D. Fage, Roland Anthony Oliver, (Cambridge University Press, 2002), 622.
  6. ↑ Bacharach, Jere L. (Oktober 1975). "The Career of Muḥammad Ibn Ṭughj Al-Ikhshīd, a Tenth-Century Governor of Egypt". Speculum. 50 (4): 590. doi:10.2307/2855469.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Bacharach, Jere L. (Oktober 1975). "The Career of Muḥammad Ibn Ṭughj Al-Ikhshīd, a Tenth-Century Governor of Egypt". Speculum. 50 (4): 591. doi:10.2307/2855469.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Bacharach, Jere L. (Oktober 1975). "The Career of Muḥammad Ibn Ṭughj Al-Ikhshīd, a Tenth-Century Governor of Egypt". Speculum. 50 (4): 593. doi:10.2307/2855469.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Bacharach, Jere L. (Oktober 1975). "The Career of Muḥammad Ibn Ṭughj Al-Ikhshīd, a Tenth-Century Governor of Egypt". Speculum. 50 (4): 594. doi:10.2307/2855469.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ Bacharach, Jere L. (Oktober 1975). "The Career of Muḥammad Ibn Ṭughj Al-Ikhshīd, a Tenth-Century Governor of Egypt". Speculum. 50 (4): 595. doi:10.2307/2855469.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ Bacharach, Jere L. (Oktober 1975). "The Career of Muḥammad Ibn Ṭughj Al-Ikhshīd, a Tenth-Century Governor of Egypt". Speculum. 50 (4): 599–600. doi:10.2307/2855469.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ Bacharach, Jere L. (Oktober 1975). "The Career of Muḥammad Ibn Ṭughj Al-Ikhshīd, a Tenth-Century Governor of Egypt". Speculum. 50 (4): 597. doi:10.2307/2855469.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ Bacharach, Jere L. (Oktober 1975). "The Career of Muḥammad Ibn Ṭughj Al-Ikhshīd, a Tenth-Century Governor of Egypt". Speculum. 50 (4): 608. doi:10.2307/2855469.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. 1 2 Petry, Carl F. (10 Jul 2008). The Cambridge History of Egypt, Volume 1. Cambridge University Press. hlm. 115.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  15. ↑ Petry, Carl F. (10 Jul 2008). The Cambridge History of Egypt, Volume 1. Cambridge University Press. hlm. 116.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  16. ↑ Petry, Carl F. (10 Jul 2008). The Cambridge History of Egypt, Volume 1. Cambridge University Press. hlm. 117.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  17. ↑ El-Azhari, Taef Kamal (2013). "Gender and history in the Fatimid State: The case of Eunuchs 909-1171": 14.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan