Minggu, 11 Oktober 2026
19:14 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Ikan oskar

Ikan oskar

Spesies ikan

Bagikan:
Ikan oskar
250px-Astronotus_ocellatus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Cichliformes
Famili: Cichlidae
Genus: Astronotus
Spesies:
A. ocellatus
Nama binomial
Astronotus ocellatus
Agassiz, 1831

Ikan oskar[1] (Latin: Astronotus ocellatus) adalah sebuah spesies ikan dari keluarga siklid. Di daerah tropis Amerika Selatan, tempat ikan ini berasal, spesimennya sering ditemukan dijual sebagai ikan konsumsi di pasar lokal.[2][3] Ikan ini telah diperkenalkan ke daerah lain, termasuk India, Cina, Australia, dan Amerika Serikat. Ikan ini dianggap sebagai ikan akuarium populer di Eropa dan Amerika Serikat.[4][5][6]

Deskripsi Fisik

250px-Astronotus_ocellatus05.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret ikan Oscar di Kebun Binatang Cinncinati

Ikan ini dilaporkan tumbuh hingga panjang sekitar 45 cm dan seberat 1,6 kilogram.[7] Bentuk spesimen yang ditangkap di alam liar biasanya berwarna gelap dengan bintik-bintik kuning atau bintik menyerupai mata di tangkai ekor dan sirip punggung.[5] Bintik menyerupai mata tersebut diperkirakan berfungsi untuk membatasi gigitan sirip oleh piranha (Serrasalmus spp.) yang hidup berdampingan dengan ikan ini di lingkungan asalnya.[8][9] suatu sifat yang memfasilitasi perilaku teritorial dan pertempuran yang dilakukan di antara spesies sejenis.[10] Ikan remaja mempunyai warna yang berbeda dari dewasa, dan bergaris dengan pita bergelombang putih dan jingga serta memiliki kepala berbintik.[8]

Habitat & Persebaran

Ikan ini berasal dari Brasil, Kolombia, Ekuador, Guyana, Guyana Prancis, Suriname, Peru, dan Venezuela, dan terdapat di cekungan Sungai Amazon, di sepanjang sistem Sungai Amazon, Putumayo, Rio Negro, Solimões, dan Ucayali, dan juga di drainase Sungai Approuague dan Oyapock.[2][7] Di lingkungan alaminya, ikan ini biasanya hidup di sungai yang bergerak lambat, dan diketahui berlindung di bawah cabang-cabang yang terendam.[5] Populasi liar juga terdapat di Cina,[11] Australia bagian utara,[12] dan Amerika Serikat (Florida)[13] sebagai produk sampingan dari perdagangan ikan hias. Penyebaran ikan ini terbatas karena intoleransi terhadap suhu air yang lebih dingin, batas mematikan yang lebih rendah untuk ikan ini adalah 12,9 °C (55,22 °F).[14]

Referensi

  1. ↑ Purnomo, Gery (27 April 2020). "Ikan Oscar Atau Oskar; Klasifikasi, Morfologi, Habitat Dll". melekperikanan.com. Diakses tanggal 03 Maret 2024.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  2. 1 2 Kullander SO. "Cichlids: Astronotus ocellatus". Swedish Museum of Natural History. Diakses tanggal 2007-03-16.
  3. ↑ Kohler, CC; et al. "Aquaculture Crsp 22nd Annual Technical Report" (PDF). Oregon State University, USA. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2022-10-09. Diakses tanggal 2007-03-16.
  4. ↑ Keith, P. O-Y. Le Bail & P. Planquette, (2000) Atlas des poissons d'eau douce de Guyane (tome 2, fascicule I). Publications scientifiques du Muséum national d'Histoire naturelle, Paris, France. p. 286
  5. 1 2 3 Staeck, Wolfgang; Linke, Horst (1995). American Cichlids II: Large Cichlids: A Handbook for Their Identification, Care, and Breeding. Germany: Tetra Press. ISBN 978-1-56465-169-3.
  6. ↑ Loiselle, Paul V. (1995). The Cichlid Aquarium. Germany: Tetra Press. ISBN 978-1-56465-146-4.
  7. 1 2 Kullander, Sven O. (September 29, 2007). "Astronotus ocellatus, Oscar". FishBase. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-09-29. Diakses tanggal 2007-03-16.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. 1 2 Robert H. Robins. "Oscar". Florida Museum of Natural History. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-03-05. Diakses tanggal 2007-03-18.
  9. ↑ Winemiller KO (1990). "Caudal eye spots as deterrents against fin predation in the neotropical cichlid Astronotus ocellatus" (PDF). Copeia. 3 (3): 665–673. doi:10.2307/1446432. JSTOR 1446432. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2012-05-04.
  10. ↑ Beeching, SC (1995). "Colour pattern and inhibition of aggression in the cichlid fish Astronotus ocellatus". Journal of Fish Biology. 47: 50–58. doi:10.1111/j.1095-8649.1995.tb01872.x.
  11. ↑ Ma, X.; Bangxi, X.; Yindong, W. & Mingxue, W. (2003). "Intentionally Introduced and Transferred Fishes in China's Inland Waters". Asian Fisheries Science. 16 (4): 279–290. doi:10.33997/j.afs.2003.16.4.001. S2CID 133672039.
  12. ↑ Department of primary industry and fisheries. "Noxious fish – species information". Queensland Government, Australia. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-08-29. Diakses tanggal 2007-03-16.
  13. ↑ United States Geological Survey. "NAS – Species FactSheet Astronotus ocellatus (Agassiz 1831)". United States Government. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-05-02. Diakses tanggal 2007-03-17.
  14. ↑ Shafland, P. L. & J. M. Pestrak (1982). "Lower lethal temperatures for fourteen non-native fishes in Florida". Environmental Biology of Fishes. 7 (2): 139–156. doi:10.1007/BF00001785. S2CID 22487662.
Ikon rintisan

Artikel bertopik ikan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan