Kamis, 22 Oktober 2026
17:32 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Ikan kodok

Ikan kodok

Bagikan:
Artikel takson sembarang

Ikan kodok, famili Antennariidae, adalah spesies pada ordo Lophiiformes. Ikan kodok dapat ditemui hampir di seluruh samudra tropis dan subtropis di seluruh dunia, dengan pengecualian di Laut Tengah.[1] Mereka adalah ikan kecil, memiliki panjang 10–20 cm.

Anatomi

Bentuk tubuh ikan kodok menyerupai kodok. Bagian siripnya menyerupai kaki kodok dan digunakan untuk berjalan.[1]

Spesies

Di Indonesia, semua ikan dari famili Antennariidae disebut sebagai ikan kodok.[2] Spesies-spesies dari ikan kodok umumnya ditandai oleh warna pada kulit tubuhnya yang berkilau. Ikan kodok ada yang berwarna cokelat, hijau atau kelabu.[3]

Ikan sargassum

Ikan sargassum merupakan spesies ikan kodok yang bertubuh kembung. Panjang tubuhnya dapat mencapai 15 sentimeter. Ikan sargassum memiliki tubuh dengan pola warna campuran antara belang-belang cokelat, cokelat dan kuning. Selain itu, bagian sirip dan tonjolan pada tubuhnya mirip dengan dedaunan sargassum. Kedua ciri fisik ini membuat ikan sargassum dapat menyamar dengan baik di sargassum.[4]

Habitat

Ikan kodok memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap ekosistem terumbu karang.[5] Habitat ikan kodok dapat ditemukan hampir di seluruh samudra pada wilayah yang memiliki iklim tropis dan iklim subtropis. Hanya satu lokasi yang tidak ditemukan ikan kodok di dalamnya, yaitu di Laut Tengah.[6]

Pemangsaan

Ikan kodok memiliki kebiasaan bersembunyi di terumbu karang. Corak warna pada tubuh ikan kodok membuat keberadaannya sulit dilihat.[7] Penyamaran tubuh ikan kodok digunakannya untuk melakukan penyergapan terhadap mangsa.[8] Ikan kodok menyergap mangsa yang lewat di depannya. Penyergapan ini dilakukan oleh ikan kodok dari dalam celah-celah sempit.[3] Terdapat spesies ikan kodok yang diketahui berbisa, yaitu Histiophryne psychedelica dan Antennarius striatus. Bisa dari kedua spesies ini diketahui menghasilkan keadaan psikedelik.[6]

Referensi

  1. 1 2 Yaniar, Renny. Hewan Laut. Gramedia Widiasarana Indonesia. hlm. 21. ISBN 978-979-025-572-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Fattah, Syahruddin (2021). Glosari Flona Bugis:. SEMPUGI. hlm. 225–226. ISBN 978-623-905-622-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. 1 2 Baraclough, Susan (2017). Hiu dan Monster Bawah Air (Edisi Revisi). Jakarta: Elex Media Komputindo. hlm. 78. ISBN 978-602-04-0203-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Thomas, Martin L. H. (September 2005). The Open Ocean around Bermuda (PDF) (dalam bahasa Inggris). Bermuda Zoological Society. hlm. 5–25. ISBN 1-894916-64-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Prihadi, Donny Juliandri (September 2015). "Keberadaan Ikan Kodok (Antennarius maculates, Desjardins 1840) di Pulau Nusa Penida Provinsi Bali" (PDF). Jurnal Akuatika. VI (2): 191. ISSN 0853-2532.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 Kantun, W., dan Susanto (April 2019). Ikan Berbisa dan Beracun. Bogor: PT Penerbit IPB Press. hlm. 60. ISBN 978-602-440-644-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Spencer, Erin. Life in the Coral Reefs (PDF) (dalam bahasa Inggris). Boston: Houghton Mifflin Company. hlm. 8. ISBN 978-0-547-02927-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ↑ Bone, Q., dan Moore, R. H. (2008). Biology of Fishes (PDF) (Edisi 3). New York dan Abingdon: Taylor & Francis Group. hlm. 48. ISBN 978-0-415-37562-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bacaan tambahan

  • Pietsch and Grobecker, 1987. Frogfishes of the World. Stanford University Press.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan