Jumat, 09 Oktober 2026
19:48 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Idealisme Jerman

Idealisme Jerman

Bagikan:
250px-Deutscher_Idealismus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Empat filsuf idealis utama Jerman, searah jarum jam dari Immanuel Kant di kiri atas: JG Fichte, GWF Hegel, FWJ Schelling

Idealisme Jerman adalah gerakan filosofis yang muncul di Jerman pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19. Arus pemikirannya dikembangkan dari karya Immanuel Kant yang dipublikasikan pada tahun 1780an dan 1790an,[1] dan terkait erat dengan Romantisisme dan politik revolusioner abad Pencerahan.

Periode idealisme Jerman setelah Kant juga dikenal sebagai idealisme pasca-Kantian atau sekadar filsafat pasca-Kantianisme.[2]

Ikon rintisan

Artikel bertopik filsafat ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Referensi

  1. ↑ Beiser, Frederick C. (2002). German Idealism: The Struggle Against Subjectivism, 1781–1801. Vol. Part I. Harvard University Press.
  2. ↑ Pinkard, Terry (2002). German Philosophy 1760–1860: The Legacy of Idealism. Cambridge University Press. hlm. 217.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan