Sabtu, 24 Oktober 2026
02:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Ibrahim Kadir

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Ibrahim Kadir" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Ibrahim Kadir
Lahir
Ibrahim Kadir

(1942-12-31)31 Desember 1942
Meninggal1 September 2020(2020-09-01) (umur 77)
Pekerjaanaktor, sastrawan
Orang tuaKadir

Ibrahim Kadir, (31 Desember 1942 – 15 Juli 2017) adalah seniman, penyair, koreografer, dan aktor yang berasal dari Gayo, Aceh Tengah. Pada tanggal 1 september 2020,Ibrahim Kadir menghembuskan nafas terakhir di takengon.

Sejumlah karya-karyanya telah memperkaya sastra Gayo. Intensitas dan aktivitasnyapun tidak pernah berhenti sampai usia tua, sehingga namanya dikenal luas oleh masyarakat seni nasional dan internasional. Ia telah menciptakan tidak kurang dari 85 puisi berbahasa Gayo sejak tahun 1953. Ia juga aktor bermain dalam film “Tjoet Nja' Dhien” (1990, Sutradara Eros Djarot), “Puisi Tak Terkuburkan” (2000, Sutradara Garin Nogroho), film dokumenter “Penyair Dari Negeri Linge” (2001, sutradara Aryo Danusiri). Ibrahim Kadir yang bermain sebagai tokoh penyair dalam film “Puisi Tak Terkuburkan” berhasil mendapatkan penghargaan “Silver Screen Award For Best Asian Actor” pada Festival Film Singapura 2001, dan “The Best Actor” dalam Festival Film Cinefan India 2001, serta penghargaan pemeran terbaik ke 2 dalam Festival Film Jokarno Italia 2000.

Ibrahim Kadir juga dikenal sebagai kreografer tari massal Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke 12 Tingkat Nasional di Banda Aceh 1981, Kreografer MTQ Tingkat Provinsi Aceh 1979, serta penulis dan designer tari massal di Padang Sumatera Barat 1983. Ia menulis buku panduan tentang Tari Guel (1989), dan buku pegangan dosen tentang metode mengajar dan menata tari di Universitas Sumatera Utara.

Puis-puisi Ibrahim Kadir terhimpun dalam “Kumpulan Puisi Gayo-Indonesia” 1971, “Datu Beru” (Didong Puisi), “Gentala” (antologi Puisi 1972), “Malem Dewa” (antologi Puisi, 1973) dan “Pembangunan Pesantren Nurul Islam Dalam Untaian Puisi Gayo-Indonesia” tahun 2000.

Saat ini Ibrahim Kadir sedang mempersiapkan skenario film yang diberi judul “Tangan Tanpa Jemari,” sejumlah adegan tengah dalam proses pengambilan gambar. Beberapa buku Ibrahim Kadir yang dalam proses cetak adalah; “Sebuku” (seni meratap Gayo), “Nasip Ukiran Gayo, Cerita Rakyat Gayo-Indonesia, Melengkan, Pantun Gayo, Kekitiken, Saer-saer Gayo” dan sejumlah buku lainnya.

Filmografi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan