Selasa, 22 September 2026
23:28 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Hyksos

Hyksos

250px-Painting_of_foreign_delegation_in_the_tomb_of_Khnumhotep_II_circa_1900_BCE_%28Detail_mentioning_%22Abisha_the_Hyksos%22_in_hieroglyphs%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang laki-laki disebutkan sebagai, "Abisha si Orang Hyksos". memimpin kelompok Aamu. Lukisan di kuburan Khnumhotep II (sekitar1900 SM).[1][2]Tulisan ini menjadi awal istilah "Hyksos".[3]

Hyksos (/ˈhɪksɒs/; Egyptian ḥqꜣ(w)-ḫꜣswt, Egyptological pronunciation: heqau khasut,[4] 'penguasa tanah yang asing'), dalam studi Egyptologi, adalah sekumpulan raja-raja dari Dinasti Kelima Belas yang berkuasa di Mesir.[5] (fl. ca1650–ca1550 SM).[a] Mereka menduduki kekuasaan di Kota Avaris, di delta Sungai Nil, yang daerah kekuasaannya terbentang dari Mesir Bawah, Mesir Tengah, hingga ke Cusae.

Di Aegyptiaca, buku sejarah Mesir yang ditulis oleh para pendeta dan sejarawan Greco-Egyptian, Manetho, pada abad 3 SM, istilah menggambarkan penduduk di daerah Semitik Barat, yang berasal dari sekitaran Syam [1][10] Sementara Manetho beranggapan bahwa para Hyksos ini sebagai penjajah, interpretasi ini sebenarnya dipertanyakan dalam ilmu Egyptologi modern.[11] Sebaliknya, Hyksos bisa jadi berawal dari kelompok-kelompok masyarakat Kanaan yang secara bertahap menetap di Delta Nil sejak akhir Dinasti Kedua Belas dan seterusnya, dan yang mungkin telah memisahkan diri dari kendali Mesir yang runtuh dan tidak stabil pada suatu waktu selama Dinasti Ketiga Belas.[12]

Bagaimanapun, kehadiran Hyksos menjadi penanda awal periode kekuasaan asing di.[13] Banyak detail dari kepemimpinan mereka, seperti wilayah kekuasaan kerajaan mereka yang sebenarnya dan bahkan nama serta urutan raja-raja mereka, masih belum pasti. Bangsa Hyksos mempraktikkan banyak adat istiadat Levant atau Kanaan di samping adat istiadat Mesir.[14] Mereka juga diperkirakan mungkin memperkenalkan beberapa inovasi teknologi baru ke Mesir, seperti penggunaan kuda dan kereta chariot, serta pedang sabit khopesh dan busur komposit, sebuah teori yang sampai hari ini diperdebatkan.[15]

Orang-orang Hyksos tidak menguasai keseluruhan Mesir. Mereka berkuasa berdampingan dengan Dinasti Keenam Belas dan Ketujuh Belas, yang berkedudukan di Thebes.[16] Peperangan antara Hyksos dan para Firaun di penghujung Dinasti Ketujuh Belas berujung kepada kekalahan para Hyksos oleh Ahmose I, yang kemudian membangun dinasit Kedelapan Belas Mesir,[17] Setelahnya, orang-orang Hyksos selalu digambarkan sebagai penguasa asing yang haus darah dan opresif.

ScarabBearingNameOfApophis_MuseumOfFineArtsBoston.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Bantalan Scarab nama Raja Hyksos Apophis, yang saat ini berada di Museum of Fine Arts, Boston

Kisah Yusuf dan ayahnya yang bernama Yaqub bahwa mereka hidup pada zaman Pemerintahan Dinasti Hyksos, pada abad kesembilan belas sebelum Masehi (1878-1580).[butuh rujukan] Kisah inilah yang mungkin mendasari cerita bahwa Firaun mengundang Bangsa Yahudi dan bangsa-bangsa lain untuk menetap di Mesir. Setelah kekuasaan Hyksos runtuh, Bangsa Yahudi turun statusnya menjadi setara budak dan mulai membangun ide merdeka, sampai akhirnya Musa hadir.[18]

Etimologi

Hyksos dalam hieroglif
HqAq
xAst
 
HqAq
xAst
Z2

ḥqꜣ-ḫꜣsw / ḥqꜣw-ḫꜣswt,[19][20]
"heqau khasut"[4][b]
"Hyksos"
Ruler(s) of the foreign countries[19]
YunaniHyksos (Ὑκσώς)
Hykussos (Ὑκουσσώς)[23]
250px-Hyksos_characters.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Standard characters for "Hyksos" in the label for "Abisha the Hyksos" in the tomb of Khnumhotep II, c. 1900 BC.[24] The crook (𓋾, ḥqꜣ) means "ruler", the hill (𓈎) is a phonetic complement q/ḳ to 𓋾 while 𓈉 stands for (foreign) "country", pronounced ḫꜣst, plural ḫꜣswt.
The sign 𓏥 marks the plural.[24]

Istilah "Hyksos" diturunkan dari kata dalam Bahasa Yunani, Ὑκσώς (Hyksôs), dari perkataan dalam Bahasa Mesir, Templat:Script/Egyptian Hieroglyphs ((ḥqꜣ-ḫꜣswt or ḥqꜣw-ḫꜣswt, "heqau khasut"), yang berarti "penguasa dari tanah yang asing".[19][20] Bangsa Yunani memiliki beberapa korupsi tekstual dari ungkapan aslinya, Ὑκουσσώς (Hykoussôs).[23]

Sejaarawan Abad 1, Josephus memberikan definisi atas nama tersebut sebagai "raja-raja gembala" atau "gembala yang ditawan", dalam bukunya Contra Apion. Ia menggambarkan Hyksos sebagai Orang Yahudi, sebagaimana mereka muncul catatan sejarawan Mesir era Helenistik, Manetho.[25][26] "Bangsa mereka menyandang nama generik Hycsos, yang berarti 'raja-gembala'. Karena kata hyc dalam bahasa suci berarti 'raja' dan sos dalam dialek umum berarti 'gembala' atau 'para gembala'; gabungan kata-kata tersebut membentuk Hycsos. Beberapa orang juga mengatakan bahwa mereka adalah orang Arab."[27]

Pemaknaan oleh Josephus mungkin muncul dari pengucapan Mesir di kemudian hari untuk kata ḥqꜣ-ḫꜣswt menjadi ḥqꜣ-šꜣsw, yang kemudian dipahami berarti 'penguasa para gembala'."[28] Tidak dipahami sampai sekarang bagaimana penerjemahan ini juga muncul di tulisan Manetho; karena terjemahan bahasa Armenia dari ringkasan (epitome) karya Manetho yang diberikan oleh sejarawan antik akhir Eusebius memberikan terjemahan yang seharusnya, yaitu 'raja-raja asing'."[29]

Penguasaan Hyksos

Kisah klasik suatu bangsa pindah adalah masa paceklik. Bangsa ini berhasil memanfaatkan kelemahan penguasa Mesir pada saat itu dan membentuk empat dinasti penguasa Mesir selanjutnya. Selama masa dinasti Hyksos, Bangsa Israel hidup dalam keadaan aman dan makmur.[30] Singkat kata, Ahmes berhasil mengalahkan dinasti Hyksos pada abad keenam belas dan mengusir mereka. Maka Mesir kembali di bawah pemerintahan bangsa asli Mesir dan membentuk dinasti XVIII.

Dinasti penguasa Mesir baru ini melihat bahwa Bangsa Israel lebih berpihak ke Hyksos daripada ke mereka, maka dinasti ini pun mulai merasa resah akan keberadaan Bangsa Israel di Mesir.[butuh rujukan]

Akhir kekuasaan

250px-Four_Foreign_Chieftains%2C_Tomb_of_Puyemre_MET_DT10871.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
"Four Foreign Chieftains" from tomb TT39 (Metropolitan Museum of Art, MET DT10871). Ca. 1479–1458 BC
250px-Block_from_a_Relief_Depicting_a_Battle_MET_213_S3BR2_01GG.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Egyptian relief depicting a battle against West Asiatics. Reign of Amenhotep II, Eighteenth Dynasty, c. 1427–1400 BC.

Kekuaaan Hyksos terus dikecam oleh Firaun-Firaun dari Kerajaan Baru, seperti Hatshepsut, yang 80 tahun setelah kekalahan mereka, mengklaim telah membangun ulang banyak kuil dan tempat suci yang dianggap telah mereka telantarkan."[31]

Ramses II pindah ke ibukota Mesir di daerah Delta, membangun situs Pi-Ramesses di dekat situs Avaris.[32] Di sana ia ia mendirikan sebuah prasasti (stela) yang menandai peringatan 400 tahun pemujaan terhadap Set. Para akademisi dulunya menduga bahwa ini menandai 400 tahun sejak Hyksos mendirikan pemerintahan mereka, namun daftar leluhur Ramesses tetap mengabaikan Hyksos dan tidak ada bukti bahwa mereka dihormati selama masa pemerintahannya.".[33]

Daftar Raja-Raja Turin, yang memasukkan Para Penguasa Hyksos serta semua penguasa masa lalu Mesir lainnya yang disengketakan atau dipermalukan, tampaknya berasal dari masa pemerintahan Ramesses atau salah satu penerusnya.[34] Para penguasa Hyksos ditandai sebagai raja-raja asing, secara determinatif melalui (penentu makna) tongkat-lempar (throw-stick) alih-alih determinatif ilahi setelah nama mereka, serta penggunaan gelar ḥqꜣ-ḫꜣswt alih-alih gelar kerajaan yang biasa digunakan.[35]

Kim Ryholt mencatat bahwa hal ini hanya dilakukan kepada para penguasa Hyksos dan "mungkin merupakan hasil langsung dari apa yang tampaknya menjadi upaya sengaja untuk melenyapkan ingatan akan kekuasaan mereka setelah kekalahan mereka."[36]

Kehadiran di Syam

Sebuah kesimpulan yang "sering diterima secara luas", menyatakan bahwa orang-orang Mesir membangun kerajaan di Kanaan setelah perang melawan orang-orang Hyksos.[37] Kampanye militer melawan Kanaan dan Suriah dilakukan oleh Ahmose I dan Thutmose I pada awal Dinasti Kedelapan Belas, sebagaimana tercatat di makam Ahmose, putra Ebana dan Ahmose pen-Nekhebet; Thutmose I juga disebutkan pernah berburu gajah di Suriah dalam prasasti di kuil Hatshepsut di Deir el-Bahari.[38] Thutmose III diketahui melakukan kampanye militernya secara meluas, menakukkan Orang Badui "Shasu" di utara Kanaan, dan tanah Retjenu, sampai Syria dan Mittani hingga 1450 SM[39][40]

Hanya saja, Felix Höflmayer berpendapat bahwa hanya sedikit bukti tersedia atas keberadaan kampanye lain dan bahwa "tidak ada bukti yang menunjukkan skenario seperti itu" sebagai sebuah kekaisaran Mesir selama Dinasti Kedelapan.[41] Mengenai klaim bahwa kampanye militer di Timur Dekat berhubungan dengan kekuasaan Hyksos, Thomas Schneider berpendapat bahwa "pembangunan kekaisaran dimulai dengan penundaan selama dua generasi, dan melihat adanya hubungan langsung" mungkin merupakan kekeliruan sejarah yang sama besarnya dengan mengaitkan runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991 dengan berakhirnya Perang Dunia Kedua pada tahun 1945, dua generasi sebelumnya."[42]

Referensi

  1. 1 2 Van de Mieroop 2011, hlm. 131.
  2. 1 2 Bourriau 2000, hlm. 174.
  3. Bietak 2001, hlm. 136.
  4. Bietak 2012, hlm. 1.
  5. Schneider 2006, hlm. 196.
  6. Stiebing 2009, hlm. 197.
  7. Ryholt 1997.
  8. Mourad 2015, hlm. 10.
  9. Ilin-Tomich 2016, hlm. 5.
  10. Bourriau 2000, hlm. 177–178.
  11. Morenz & Popko 2010, hlm. 104.
  12. Bourriau 2000, hlm. 182.
  13. Ilin-Tomich 2016, hlm. 12.
  14. Ilin-Tomich 2016, hlm. 7.
  15. Morenz & Popko 2010, hlm. 108–109.
  16. Dimont, Max Isaac (Oktober 2024). Yahudi, Tuhan, dan Sejarah. Yogyakarta: IRCiSoD. hlm. 38. ISBN 978-602-7696-41-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  17. 1 2 3 Flammini 2015, hlm. 240.
  18. 1 2 Ben-Tor 2007, hlm. 1.
  19. Kamrin 2009.
  20. "The Sakir-Har door jamb inscription (slide 12)" (PDF). The Second Intermediate Period: The Hyksos. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2019-02-02.
  21. 1 2 Schneider 2008, hlm. 305.
  22. 1 2 Kamrin 2009, hlm. 25.
  23. Mourad 2015, hlm. 9.
  24. Loprieno 2003, hlm. 144.
  25. Josephus 1926, hlm. 195.
  26. Morenz & Popko 2010, hlm. 103–104.
  27. Verbrugghe & Wickersham 1996, hlm. 99.
  28. ALKITAB (BIBLE) Sejarah Terjadinya dan Perkembangannya Serta Hal-hal yang Bersangkutan oleh Prof. H.S. Tharick Chehab 17. DAFTAR URUT PERISTIWA-PERISTIWA PENTING YANG BERSEJARAH TERHADAP LAHIRNYA BANI ISRAIL SAMPAI ZAMAN IMPERIUM ROMAWI - 1700 - 1550 S.M. Bangsa Hyksos dari Kanaan mengontrol Mesir dan mengizinkan Bani Israil mendiami muara (delta) sungai Nil; Bani Israil mulai menduduki Kanaan (Palestina).
  29. Bietak 1999, hlm. 379.
  30. Morenz & Popko 2010, hlm. 102.
  31. Van de Mieroop 2011, hlm. 162–163.
  32. Ryholt 2004, hlm. 138.
  33. Ryholt 2004, hlm. 142–143.
  34. Ryholt 2004, hlm. 143.
  35. Höflmayer 2015, hlm. 191.
  36. Höflmayer 2015, hlm. 195–196.
  37. Gabriel 2009, hlm. 204.
  38. Allen 2000, hlm. 299.
  39. Höflmayer 2015, hlm. 202.
  40. Schneider 2018, hlm. 78.

Pranala luar

  1. Approximate dates vary by source. Bietak gives c. 1640–1532 BC,[6] Schneider gives c. 1639–1521 BC,[7] Stiebing gives c. 1630–1530 BC,[8] and Ryholt gives c. 1663-1540 BC[9]
  2. Spelling of the hieroglyphs in sources describing the archaeological record of the historical Hyksos: first set of characters is the singular, as appearing in Abisha the Hyksos in the tomb of Khnumhotep II, c.1900 BC.[21] The second set is in the plural, as appears in the inscriptions of known Hyksos rulers Sakir-Har, Semqen, Khyan and Aperanat.[22]
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan