Selasa, 20 Oktober 2026
00:55 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Petrel badai eropa

Petrel badai eropa

Bagikan:
Petrel badai eropa
250px-Hydrobates_pelagicus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Hydrobates
Spesies:
Hydrobates pelagicus
Artikel takson sembarang

Petrel badai eropa (Hydrobates pelagicus) [1] merupakan salah satu spesies burung laut yang ditemukan di sekitar Samudera Atlantik dan Laut Mediterrania. Migrasi spesies ini berada di sepanjang Samudera Atlantik dari Eropa bagian utara hingga Afrika bagian selatan.[2] Populasi terbesar ditemukan di Kepulauan Faroe (Denmark), dengan jumlah 150.000-400.000 pasang. Selain itu juga dapat ditemukan di United Kingdom, Selandia, Irlandia, Norway, Malta, Spanyol, Canary Island, Italy, Yunani dan Prancis.[3] Terdapat dua subspesies yaitu H. p. pelagicus dan H. p. melitensis. Ikan dan crustasea merupakan beberapa contoh hewan yang dimangsa oleh Hydrobates pelagicus. Ketika mencari makan, Hydrobates pelagicus terbang pada ketinggian 2–5 m di atas permukaan air laut dan dapat menyelam hingga kedalaman 5 m untuk menangkap mangsanya. Ancaman terbesar bagi populasi spesies ini adalah predasi terhadap anakan yang belum dewasa dan tidak bisa melindungi dirinya. Predasi sering kali berasal dari tikus (Rattus rattus) yang menyebabkan penurunan jumlah populasi secara signifikan.[4]

[5]

Hydrobates pelagicus memiliki panjang tubuh rata-rata 158 mm dan lebar sayap 383 mm. Ujung sayap pada juvenile lebih runcing sedangkan pada indivisu dewasa lebih membulat. Spesies ini memiliki ekor yang pendek dan cenderung berbentuk kotak. Sebagian besar bulunya berwarna coklat gelap dan hitam, namun pada bagian pangkal ekor berwarna putih dan memanjang hingga bagian bawah ketiak dan sayap[2]

Referensi

  1. ↑ Suraga, Ina (2023-02-07). "9 Fakta Menarik Burung Petrel Badai, Bisa Jalan di Atas Air". IDN Times. Diakses tanggal 2026-03-29.
  2. 1 2 Robert L. Flood, Ashley Fisher. (2011). Storm-petrels and builder's petrel. Pelagic Birds And Birding. ISBN 0-9568867-3-6. OCLC 942042303.
  3. ↑ "European Storm-petrel Hydrobates pelagicus". Data Zone. Diakses tanggal 23/11/2019.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  4. ↑ "Hydrobates pelagicus (Linnaeus, 1758)". www.gbif.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-11-24.
  5. ↑ "The IUCN Red List of Threatened Species". IUCN Red List of Threatened Species. Diakses tanggal 2019-11-24.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan