Jumat, 06 November 2026
16:50 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Hutterit

Hutterit

denominasi Kristen

Bagikan:
250px-Hutterer-Frauen_bei_der_Arbeit.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kaum perempuan Hutterit.

Hutterit adalah nama yang dipergunakan untuk menunjuk pada para pengikut Jacob Hutter.[1] Golongan Hutterit termasuk dalam kalangan Anabaptis yang menekankan pemilikan bersama dan mereka memenuhi sendiri kebutuhan bersama.[1] Pada abad ke-16 dan ke-17, jumlah mereka berkurang akibat dihambat.[1] Pada tahun 1527, mereka menolak kekuasaan pemerintah sehingga mereka diusir dari Liechtenstein.[1] Kemudian mereka pun pindah ke Austerlitz di Moravia.[1] Setelah Jacob Hutter meninggal dunia pada tahun 1536, mereka dipimpin oleh Hans Amon dan jumlah mereka terus bertambah.[1] Tahun 1592 mereka diusir dari Moravia dan mengungsi di Slowakia, Transylvania.[1] Selama perang 30 tahun, mereka mendapatkan bantuan dari golongan Menonit di Belanda.[1] Kelompok yang telah hidup ratusan tahun ini mempunyai sebuah kebijakan tegas bahwa setiap kali koloninya mendekati 150, mereka memecah koloni itu menjadi dua bagian dan hidup masing-masing sebagai koloni baru.[2] Menurut kelompok Hutterit, apabila jumlah mereka di dalam satu koloni terlalu besar, orang-orang akan saling merasa asing.[2] Oleh karena itu mereka lebih memilih untuk mengusahakan agar jumlah mereka tidak lebih dari 150.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 F.D. Wellem. 2009, Kamus Sejarah Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia. hlm. 172.
  2. 1 2 3 Malcolm Gladwell. 2009, Tipping point. Jakarta: Gramedia. hlm. 225.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan