Sabtu, 26 September 2026
22:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Hutan Pinus Pengger

Hutan Pinus Pengger

taman hutan raya di Indonesia

40px-Edit-copy_purple-Wikivoyage.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Halaman ini dicalonkan untuk dipindahkan ke Wikiwisata menggunakan proses Transwiki.
Jika Anda merasa halaman ini dapat ditulis kembali menjadi sebuah artikel ensiklopedis, silakan lakukan dan Anda boleh menghapus pesan ini setelahnya.
Hutan Pinus Pengger
Jawa: ꦲꦭꦱ꧀ꦥꦶꦤꦼꦱ꧀ꦥꦼꦁꦒꦺꦂ
330px-Big_Stone_at_Hutan_Pinus_Pengger_Jogja.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Salah satu sisi Hutan Pinus Pengger dengan bebatuan besar
osm-intl,10,a,a,284x208.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Hutan_Pinus_Pengger&revid=29834140&groups=_de1e4259b6ade9722528838b5f32c9201c1817f9&parser=parsoid
Peta interaktif Hutan Pinus Pengger
Geografi
LokasiTerong, Dlingo, Kabupaten Bantul,,Daerah Istimewa Yogyakarta,Indonesia
Koordinat7°52′16″S 110°27′34″E / 7.8712041°S 110.4595144°E / -7.8712041; 110.4595144
Ekologi
Spesies pohon dominan

Hutan Pinus Pengger (bahasa Jawa:ꦄꦭꦱ꧀ꦥꦶꦤꦸꦱ꧀ꦥꦼꦁꦒꦼꦂ, translit. Alas Pinus Pěnggěr) merupakan salah satu objek wisata andalan Kabupaten Bantul. Wisata alam ini berlokasi di Sendangsari, Desa Terong, Kec. Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hutan Pinus Pengger mudah di jangkau karena terletak di pinggir jalan Patuk-Dlingo km 4,5.

Walaupun masih terdengar asing, dikalangan penyuka jalan-jalan objek wisata, Hutan Pinus Pengger terbilang cukup populer.[1] Tempat ini masih dirasa asing karena baru dibuka secara resmi pada tanggal 7 April 2016.[2] Hutan Pinus ini sangat digemari oleh para pencipta objek wisata, karena objek wisata ini menyuguh kan sebuah pemandangan alam yang sangat indah.

Aktivitas di Hutan Pinus Pengger

Saat mengunjungi Hutan Pinus Pengger, Anda bisa melakukan beberapa aktivitas alam yang menyenangkan. Salah satunya adalah melihat keindahan alam Jogja dari ketinggian. Jika Anda ingin melihat pemandangan Jogja pada malam hari dan pagi hari, Anda bisa camping disini dengan harga tiket masuk yang murah. Dengan keasrian hutan dan hawa dingin yang semilir menjadikan suasana camping mu menjadi lebih menyenangkan.

Selain itu, Anda juga bisa memilih beberapa spot selfie yang sudah disediakan. Diantaranya ada spot foto sarang burung, rumah pohon, tangga cinta, dan jembatan pohon. Ada satu spot foto yang paling diminati pengunjung terutama pada malam hari yaitu spot sarang burung raksasa yang apabila difoto pada malam hari akan terlihat kerlap kerlip pemandangan lampu kota Jogja.

Referensi

Catatan kaki

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan