Selasa, 03 November 2026
05:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Hutan kuno

Hutan kuno

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Oktober 2022)
250px-Coppice1.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hutan kuno di Brading, Isle of Wight, Inggris menunjukkan bunga bluebells (bunga biru, Hyacinthoides non-scripta), ramsons (bunga putih, Allium ursinum) dan pohon Corylus avellana (Hazelnut)

Di Britania Raya, hutan kuno (bahasa Inggris:ancient woodland) adalah sebutan untuk daerah hutan yang telah ada sejak tahun 1600 atau sebelumnya di Inggris, Wales dan Irlandia Utara (atau tahun 1750 di Skotlandia).[1][2] Penanaman hutan jarang dilakukan sebelum tahun-tahun tersebut, jadi hutan yang ada pada tahun 1600 kemungkinan besar tumbuh secara alami.[3]

Di sebagian besar hutan kuno, pohon dan semak telah ditebang secara berkala sebagai bagian dari siklus pengelolaan. Asalkan kawasan tersebut masih berupa hutan, maka tegakan tersebut masih dianggap hutan kuno. Karena mungkin telah ditebang berkali-kali di masa lalu, hutan kuno tidak selalu berisi pohon yang sangat tua.[1]

Bagi banyak spesies hewan dan tumbuhan, situs hutan kuno menyediakan satu-satunya habitat, dan bagi banyak spesies lainnya, kondisi di hutan kuno jauh lebih cocok daripada di situs lain. Hutan kuno di Inggris, seperti hutan hujan di daerah tropis, adalah rumah bagi spesies langka dan terancam. Untuk alasan ini, hutan kuno sering digambarkan sebagai sumber daya yang tak tergantikan, atau 'modal alam yang penting'.[4] Istilah sepadan yang digunakan di Amerika Serikat, Kanada dan Australia (untuk hutan yang memiliki pohon yang sangat tua) adalah "Old-growth forest" (hutan primer).[5]

Hutan kuno secara resmi didefinisikan pada peta oleh lembaga Natural England dan badan-badan lain yang setara. Pemetaan hutan kuno telah dilakukan dengan cara yang berbeda dan pada waktu yang berbeda, dan kualitas serta ketersediaan data bervariasi dari satu wilayah ke wilayah lainnya, meskipun ada beberapa upaya untuk membakukan dan memperbaruinya.[6]

Referensi

  1. 1 2 "Ancient woodland, ancient trees and veteran trees: protecting them from development" (PDF). Natural England and the Forestry Commission. 2014. Diakses tanggal 18 Mei 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Ancient woodland". Woodland Trust. Woodland Trust. Diakses tanggal 16 Oktober 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Standing Advice for ancient woodland" (PDF). Natural England. 30 Mei 2012. Diakses tanggal 16 Maret 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Forestry Commission Wales Reclaiming our Forgotten Inheritance (RoFI) project". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-02-18. Diakses tanggal 2021-07-28.
  5. ↑ White, David; Lloyd, Thomas (1994). "Defining Old Growth: Implications For Management". Eighth Biennial Southern Silvicultural Research Conference. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-05-08. Diakses tanggal 23 November 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Rist, Katharine (2014-02-20). "A facelift for the Ancient Woodland Inventory?". Woodland Trust. Diarsipkan dari asli tanggal 15 Maret 2014. Diakses tanggal 16 Maret 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik ekologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan