Sabtu, 03 Oktober 2026
20:19 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Hunor dan Magor

Hunor dan Magor

Bagikan:
330px-FeherSzarvas-ChroniconPictum.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perburuan rusa putih dari Chronicon Pictum, 1360.

Menurut legenda Hungaria, Hunor dan Magor adalah nenek moyang orang Hun dan Magyar. Legenda ini pertama kali disebarkan oleh Gesta Hunnorum et Hungarorum. Tujuan legenda ini adalah untuk membuktikan bahwa orang Hun dan Magyar memiliki nenek moyang bersama. Orang-orang Magyar yang dipimpin oleh Pangeran Árpád telah menaklukkan wilayah Cekungan Carpathia pada tahun 890-an. Wilayah ini juga pernah ditaklukkan oleh Attila pada abad ke-5. Maka dari itu, legenda ini mencoba menunjukkan bahwa orang-orang Magyar hanya merebut kembali tanah air kuno mereka sebagai keturunan Attila.[1]

Menurut Simon dari Kéza, Hunor dan Magor adalah anak-anak Ménrót, seorang raksasa yang dianggap sama dengan Nimrod dalam Alkitab (cucu buyut Nuh).[2][1]

Catatan kaki

  1. 1 2 Engel 2001, hlm. 121.
  2. ↑ Kordé 1994, hlm. 275, 451–452.

Daftar pustaka

Sumber primer

  • Simon of Kéza: The Deeds of the Hungarians (Edited and translated by László Veszprémy and Frank Schaer with a study by Jenő Szűcs) (1999). CEU Press. ISBN 963-9116-31-9.

Sumber sekunder

Ikon rintisan

Artikel bertopik mitologi, mitos, atau legenda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan