Sabtu, 31 Oktober 2026
23:04 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Hukum Taylor

Bagikan:

Hukum Taylor adalah kebijakan moneter bagaimana bank sentral mengelola uang yang dicetuskan ekonom John B. Taylor pada tahun 1992.[1] Gagasannya bertujuan untuk mengendalikan perekonomian dengan menyesuaikan suku bunga jangka pendek.[2] Hukum ini mempertimbangkan tingkat suku bunga pendanaan federal, tingkat harga, dan perubahan pendapatan riil.[3] Hukum ini menentukan tingkat suku bunga pendanaan federal yang terbaik berdasarkan selisih antara tingkat inflasi yang diinginkan dengan tingkat inflasi sebenarnya, ditambah dengan selisih antara tingkat keluaran sebenarnya dengan tingkat keluaran secara alami. Ketika inflasi lebih tinggi dari perkiraan, hukum Taylor merekomendasikan tingkat suku bunga yang lebih tinggi.[4]

Referensi

  1. ↑ "Interview with John B. Taylor | Federal Reserve Bank of Minneapolis". www.minneapolisfed.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-01-05.
  2. ↑ Trehan, John P. Judd, Bharat (2001). Has the Fed Gotten Tougher on Inflation?. Routledge. doi:10.4324/9780429270949-48/fed-gotten-tougher-inflation-john-judd-bharat-trehan. ISBN 978-0-429-27094-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  3. ↑ Taylor, John B. (1993-12). "Discretion versus policy rules in practice". Carnegie-Rochester Conference Series on Public Policy. 39: 195–214. doi:10.1016/0167-2231(93)90009-l. ISSN 0167-2231.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  4. ↑ Mishkin, Frederic (2011-02). "Monetary Policy Strategy: Lessons from the Crisis". Cambridge, MA. doi:10.3386/w16755.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=; Periksa nilai tanggal dalam: |date=
Ikon rintisan

Artikel bertopik ekonomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan