Jumat, 23 Oktober 2026
04:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Hukum Engel

Hukum Engel

Bagikan:
250px-EngelsLaw.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menurut hukum Engel, jumlah pendapat yang dihabiskan untuk membeli makanan berkurang, bahkan meski jumlah pengeluaran makanan meningkat.

Dalam ilmu ekonomi, hukum Engel menyatakan bahwa saat pendapatan meningkat, proporsi pendapatan yang dihabiskan untuk membeli makanan berkurang, bahkan jika pengeluaran aktual untuk makanan meningkat. Dalam kata lain, elastisitas pendapatan makanan selalu di antara 0 dan 1.

Hukum ini dinamakan dari statistikawan Ernst Engel (1821–1896).

Hukum Engel tidak menunjukkan bahwa pengeluaran makanan tetap tak berubah saat pendapatan meningkat: hukum ini menunjukkan bahwa proporsi pengeluaran konsumen untuk produk makanan (dalam persenan) meningkat lebih kecil daripada peningkatan pendapatan.[1][2]

Salah satu penerapan hukum Engel adalah untuk melihat standar hidup suatu negara. Apabila "koefisien Engel" meningkat, maka negara ini lebih miskin, dan jika koefisiennya lebih kecil maka negara tersebut punya standar hidup yang tinggi.

Hubungan antara hukum Engel, perkembangan teknologi, dan proses perubahan struktural juga penting untuk menjelaskan pertumbuhan ekonomi jangka panjang seperti yang diusulkan oleh Paolo Leon(1967)[3] dan Luigi Pasinetti(1981).[4]

Pemikir komunis mengutip koefisien Engel sebagai pengukuran kuantitatif penderitaan kelas buruh. Beberapa pemikir Marxis menambah definisi koefisien Engel menjadi persentase pendapatan yang dihabiskan untuk membeli makanan, rumah, dan pakaian, atau dalam kata lain persentase pendapatan yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan tetap hidup.

Referensi

  1. ↑ Engel, Ernst (1896) [1857]. (Edisi 2nd). hlm. 28–29. ... je aermer eine Familie ist, einen desto groesseren Antheil von der Gesamtausgabe muss zur Beschaffung der Nahrung aufgewendet werden ...{{cite book}}: |title= tidak ada atau kosong
  2. ↑ See Timmer, C. P.; Falcon, W. P.; Pearson, S. R. (1983). Food policy Analysis. Baltimore: Johns Hopkins University Press. hlm. 43. ISBN 0-8018-3072-9.
  3. ↑ Leon, P. (1967) Structural Change and Growth in Capitalism, Johns Hopkins, Baltimore
  4. ↑ Pasinetti, L. (1981), Structural Change and Economic Growth: a Theoretical essay on the dynamics of the wealth of nations, Cambridge University Press


Ikon rintisan

Artikel bertopik ekonomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan