Sabtu, 26 September 2026
11:34 WIB
TERKINI
Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat
Taebong

Taebong

Taebong
태봉 (泰封)
901–918
Ibu kotaSongak
(901-905)
Cheolwon
(905-918)
Bahasa umumKorea
Agama Buddhisme, Konfusianisme, Taoisme, Shamanisme Korea
PemerintahanMonarki
Raja 
• 901 - 918
Gung Ye
Sejarah 
• Pendirian
901
• Jatuh
918
Didahului olehDigantikan oleh
Silla
dnsDinasti
Goryeo
Taebong
Hangul
후 고구려 (901–904)
마진 (904–911)
태봉 (911–918)
Hanja
後高句麗 (901–904)
摩震 (904–911)
泰封 (911–918)
Alih AksaraHu Goguryeo (901–904)
Majin (904–911)
Taebong (911–918)
McCune–ReischauerHu Koguryŏ (901–904)
Majin (904–911)
T'aebong (911–918)
Bagian dari seri mengenai
Sejarah Korea
Prasejarah
Kuno
Gojoseon 2333 SM - 108 SM
Jin
Proto Tiga Kerajaan
Tiga Kerajaan
Goguryeo 37 SM – 668 M
Baekje 18 SM – 660 M
Silla 57 SM – 935 M
Konfederasi Gaya 42 M - 562 M
Zaman Negara Utara-Selatan
Silla Bersatu 668–935
Balhae 698–926
Tiga Kerajaan Akhir
Baekje Akhir 892–936
Taebong (Goguryeo Akhir) 901–918
Silla Akhir 668–935
Zaman dinasti bersatu
Goryeo 918–1392
Joseon 1392–1897
Kekaisaran Han 1897–1910
Zaman penjajahan
Penjajahan Jepang 1910–1945
Pemerintahan Sementara 1919–1948
Pembagian Korea
Pemerintahan Militer 1945–1948
Republik Rakyat Demokratik Korea 1948–sekarang
Republik Korea 1948–sekarang
Berdasarkan topik
Linimasa
20px-Korea_Map.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalKorea

Taebong atau Goguryeo Akhir (Hugoguryeo) merupakan sebuah negara yang didirikan oleh Gung Ye (궁예, 弓裔) di Semenanjung Korea pada tahun 901, selama periode Tiga Kerajaan.

Gung Ye dikenal sebagai putra Raja Heonan atau Raja Gyeongmun. Seorang dukun meramalkan bahwa bayi yang baru lahir tersebut akan mendatangkan bencana di negara Silla, kemudian Raja memerintahkan para pelayannya untuk membunuh bayi tersebut. Namun pengasuhnya menyembunyikan Gung Ye dan membesarkannya secara diam-diam.[1]

Ia bergabung di dalam pasukan pemberontak Yang Gil pada tahun 892. Silla, setelah hampir seribu tahun sebagai pusat kerajaan, dengan cepat merosot, dan Gung Ye menghasut para pemberontaknya sendiri di lokasi yang sekarang Kaesŏng pada tahun 898. Ia akhirnya mengalahkan Yang Gil dan kepala lokal lainnya di sentral Korea menunjuknya sebagai raja Hugoguryeo pada tahun 901. Ia mengganti nama negaranya menjadi Majin pada tahun 904, dan akhirnya menjadi Taebong pada tahun 911. Taebong berada di puncak kejayaan yang menguasai wilayah yang sekarang merupakan provinsi Hwanghae Utara dan Hwanghae Selatan, Gyeonggi-do, Gangwon-do (Korea Selatan) / Kangwon-do (Korea Utara), Pyongyang dan Chungcheongbuk-do.

Dalam kehidupannya kemudian, Gung Ye mengumumkan dirinya adalah seorang Buddha dan menjadi seorang tirani yang menghukum mati siapa saja yang menentangnya, termasuk istrinya sendiri, Kang. Akibatnya, pada tahun 918 4 dari para jenderalnya – Hong Yu (홍유, 洪儒), Bae Hyeon-gyeong (배현경, 裵玄慶), Sin Sung-gyeom (신숭겸, 申崇謙) dan Bok Ji-gyeom (복지겸, 卜智謙) – menggulingkan Taebong dan menunjuk Wang Geon sebagai raja.[2] Segera setelah itu Dinasti Goryeo diproklamasikan.

Taebong berpengaruh secara kultur dari Goryeo. Gung Ye aslinya seorang biarawan Buddha. Ia mendukung Buddhisme dan mengubah tata cara upacara nasional agama Buddha, termasuk Palgwanhoe (팔관회, 八關會) dan Seokdeungnong (석등롱, 石燈籠). Perubahan ini diselamatkan dari kematian Gung Ye dan runtuhnya Taebong.

Referensi

  1. ↑ 태봉의 궁예정권 ISBN: 9788991510609
  2. ↑ 궁예, 디지털한국학 http://www.koreandb.net/General/person/p151_00746.htm

Lihat Pula

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan