Kamis, 22 Oktober 2026
17:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Huang Gongwang

Huang Gongwang

Bagikan:
Huang Gongwang

250px-%E9%BB%83%E5%85%AC%E6%9C%9B%E5%83%8F.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Hanzi tradisional: 黃公望
Hanzi sederhana: 黃公望
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Huáng Gōngwàng
- Wade-Giles: Huang2 Kung1-wang4
Style name
Hanzi tradisional: 子久
Hanzi sederhana: 子久
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Zǐ Jiǔ
- Wade-Giles: Tzu3 Chiu3
250px-Huang_Gongwang_Stone_Cliff_at_Pond_of_Heaven.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gunung batu Tianchi, koleksi Museum Istana, Beijing.

Huang Gongwang (1269–1354) nama lahir "Lu Jian", adalah pelukis, penyair, dan penulis asal Changshu, Jiangsu, Tiongkok pada akhir Dinasti Song. Ia merupakan yang tertua dari "Empat Pelukis Dinasti Yuan" (Hanzi:陸堅; Pinyin:Lù Jiān).

Ketika dia baru berusia 10 tahun, Dinasti Song runtuh dan digantikan oleh Dinasti Yuan dari Mongol. Setelah dewasa, seperti kebanyakan cendekiawan Tiongkok lainnya pada waktu itu, dia juga berusaha untuk dapat bekerja di pemerintahan, tetapi ia hanya mendapat jabatan kecil di kantor pajak pertanahan provinsi. Suatu ketika ia dituduh terlibat dalam komplotan kasus memfitnah seorang menteri dan dijatuhi hukuman penjara. Setelah habis masa hukumannya, ia mendalami ajaran Taoisme (seperti yang dilakukan banyak orang pada zaman itu - termasuk pelukis terkenal lainnya, Ni Zan), mereka kecewa dengan kenyataan hidup yang sering kali tidak adil.[1] Dia menghabiskan tahun-tahun terakhirnya di pegunungan Fuchun dekat Hangzhou, mengabdikan dirinya untuk Taoisme, di daerah pegunungan itu sekitar 1350, ia menyelesaikan salah satu karyanya yang paling terkenal "Kediaman di Pegunungan Fuchun" (富春山居圖, Dwelling in the Fuchun Mountains).

Salah satu pengaruh terkuat Huang Gongwang adalah tekniknya menggunakan sapuan kuas yang sangat kering bersama-sama dengan sapuan tinta lembut (ketika warna ditorehkan pada bagian gambar tertentu menggunakan kuas lembut dengan sapuan lebar maka akan menghasilkan sapuan warna yang terpadu) untuk membuat lukisan lanskapnya. Dia juga menulis kitab risalah melukis lanskap, Petunjuk Melukis Pemandangan (寫山水訣, Xiě Shānshuǐ Jué).

Seperti biasa, cendekiawan Tiongkok di zamannya, ia juga menulis puisi dan memiliki bakat dalam bidang musik.

Bagian pertama lukisan Kediaman di Pegunungan Fuchun, saat ini disimpan di Museum Provinsi Zhejiang, Hangzhou.
Bagian kedua lukisan Kediaman di Pegunungan Fuchun, sekarang menjadi koleksi di Museum Istana Nasional, Taipei.

Referensi

  1. ↑ Sherman E. Lee and Wai-Kam Ho. Chinese Art Under the Mongols: The Yuan Dynasty (1279-1368). The Cleveland Museum of Art, 1968, p. 80.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan