Senin, 12 Oktober 2026
04:38 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka

Huan Chong

Bagikan:

Huan Chong (桓沖; nama kehormatan: 幼子, Youzi; 328–384), resminya Adipati Xuanmu dari Fengcheng (豐城宣穆公), merupakan seorang gubernur dan jenderal Dinasti Jin (265-420), ia juga adalah adik bungsu Huan Wen. Berlawanan dengan Huan Wen yang ambisius, yang kadang-kadang berhasrat untuk merebut takhta, Huan Chong terkenal setia pada pelestarian pemerintahan kekaisaran. Setelah putra Huan Wen, Huan Xuan merebut takhta untuk sementara waktu sebagai kaisar Chu pada 403, ia diberikan nama anumerta Huan Chong sebagai Pangeran Xuancheng.

Kehidupan akhir, jabatan dan kematian

Pada 383, ketika Dinasti Qin melancarkan serangan besar lainnya, kali ini bertujuan untuk merebut Jiankang dan menghancurkan Jin, Huan Chong khawatir tentang pertahanan ibu kota dan karena itu mengirim beberapa ribu tentara elit ke Xie untuk memperkuat pertahanan Jiankang, yang ditolak Xie, dengan menyatakan bahwa ibu kota sudah dijaga dengan baik.[a] Setelah menerima kembalinya para prajurit, Huan Chong menyesalkan bahwa meskipun Xie adalah perdana menteri yang cakap, ia kurang memiliki bakat militer, dan berseru, "Akhirnya aku harus mengenakan pakaian barbar!"[b] Setelah pasukan Dinasti Qin dipukul mundur setelah Pertempuran Sungai Fei, Huan Chong merasa sangat malu. Sangat malu, ia tidak lama kemudian jatuh sakit. Ia meninggal pada April 384. Tidak seperti banyak pejabat tinggi pada saat itu, Huan Chong tidak menulis sebuah petisi kepada kaisar saat sakit, atau meminta jabatan kepada keluarganya. Huan hanya menulis permohonan maafnya kepada Xie. Ia menulis bahwa putra Huan Wen masih kecil dan ia gagal sebagai paman untuk membesarkannya secara layak seperti yang diminta oleh Huan Wen. Tindakan merendahkan diri tersebut dipuji pada saat itu.

Catatan kaki

  1. ↑ Pada kenyataannya, Xie An tidak menjaga ibukota dengan baik.
  2. ↑ Huan merasa bahwa Dinasti Jin akan segera runtuh ke Qin Awal, yang ia anggap sebagai rezim barbar.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan