Jumat, 30 Oktober 2026
02:56 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Hortus Botanicus Amsterdam

Hortus Botanicus Amsterdam

museum di Belanda

Bagikan:
Hortus Botanicus
250px-The_Hortus_Botanicus_Amsterdam_entrance_Photo_by_Pejman_Akbarzadeh_Persian_Dutch_Network.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pintu masuk Hortus Botanicus
osm-intl,13,a,a,250x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Hortus_Botanicus_Amsterdam&revid=28595450&groups=_f747bb999e103be37341c8703ab5d1b20222de4e&parser=parsoid
Didirikan1638
LokasiPlantage Middenlaan L2
Amsterdam, Belanda
Koordinat52°22′00″N 4°54′28″E / 52.3668°N 4.9079°E / 52.3668; 4.9079
JenisKebun raya
Wisatawan229.850 (2014)[1]
DirekturCarlien Blok
Situs webhttps://www.dehortus.nl/

Hortus Botanicus adalah kebun raya di distrik Plantage di Amsterdam, Belanda. Merupakan salah satu kebun raya tertua di dunia, tempat ini juga salah satu tempat wisata utama Amsterdam.

Sejarah

Sebuah koin perunggu. Gambar depan dan belakang. Gambar depan berupa Hippocrates. Gambar belakang berupa lambang Amsterdam.
Salah satu tanda yang digunakan petugas medis untuk mendapatkan akses ke taman pada abad ke-18.

Pemerintah Amsterdam mendirikan Hortus Botanicus (awalnya bernama Hortus Medicus) pada 1638 untuk menyediakan tanaman obat untuk dokter dan apoteker, dimana saat itu pengobatan sering menggunakan tanaman-tanaman obat.[2] Dokter dan apoteker juga mendapatkan pelatihan dan ujian disini.[3]

Koleksi-koleksi awal kebun ini pada abad ke-17 didapatkan dari tanaman dan biji-bijian yang dibawa oleh pedagang dari Hindia Timur untuk digunakan sebagai obat-obatan dan berpotensi sebagai komoditas jual beli. Ada satu tanaman kopi yang dikoleksi yang merupakan induk dari seluruh kopi yang dibudidayakan di Amerika Tengah dan Selatan.

Demikian pula dengan kelapa sawit, dua pot kelapa sawit yang dibawa dari Mauritania menghasilkan benih yang disebarkan untuk ditanaman di Asia Tenggara, menjadi sumber pendapatan untuk Hindia Timur yang sekarang adalah Indonesia.

Pada 1646, Johannes Snippendaal ditunjuk menjadi direktur. Ia mendapatkan koleksi sebanyak 796 jenis tanaman yang sebagian besar merupakan tanaman obat.[2] Banyak dari tanaman tersebut masih tumbuh di Hortus Botanicus di bagian Snippendaal garden, tanaman-tanaman itu biasa disebut sebagai "the 17th century pharmacopoeia of Amsterdam".[2]

Paviliun segi enam dibangun pada akhir 1600-an. Pintu masuk dibangun pada awal 1700-an. Kebun jeruk dibangun pada 1875, dan rumah kaca dan Laboratorium Hugo de Vries - keduanya dibangun dengan arsitektur Amsterdam School expressionist - pada 1912 dan 1915.[4]

Hugo de Vries menjadi direktur di Hortus Botanicus antara 1885 dan 1918, ia membawa kebunnya mendapatkan perhatian internasional.[3] Dewan pengelola kebun mengarahkan untuk membangun rumah kaca dan laboratorium untuk mempertahankan para profesor untuk tetap di sana.[3]

Pada 1987, kebun mengalami kebankrutan setelah Universitas Amsterdam berhenti memberikan pendanaan, namun bantuan dari beberapa individu mencegah penutupan kebun tersebut. Sekarang Hortus Botanicus didanai oleh pemerintah Amsterdam.

Daya tarik

Hortus Botanicus adalah destinasi berkunjung masyarakat Belanda dan turis mancanegara. Beberapa koleksi terkenalnya seperti pohon dan tanaman, beberapa diantaranya memiliki status terancam punah.

Hortus Botanicus mempunyai rumah kaca besar yang menggabungkan tiga iklim tropis yang berbeda. Disana terdapat dua aula yang digunakan untuk konferensi dan upacara dan juga terdapat sebuah kafe.

Galeri

  • Pohon Parrotia persica di Hortus Botanicus
    Pohon Parrotia persica di Hortus Botanicus
  • Sebuah teratai di Hortus Botanicus
    Sebuah teratai di Hortus Botanicus
  • Kupu-kupu transparan yang langka di dalam rumah kaca di Hortus Botanicus
    Kupu-kupu transparan yang langka di dalam rumah kaca di Hortus Botanicus
  • Tumbuh-tumbuhan hijau di samping kolam
    Tumbuh-tumbuhan hijau di samping kolam
  • Patung batu
    Patung batu
  • Kepompong kupu-kupu
    Kepompong kupu-kupu
  • Batang Catalpa bignonioides (detail).
    Batang Catalpa bignonioides (detail).
  • Batang  Platanus hispanica (detail).
    Batang Platanus hispanica (detail).
  • Jembatan 233, Dr. D.M. Sluyspad Bridge 233, Dr. D.M. Sluyspad diatas Nieuwe Herengracht
    Jembatan 233, Dr. D.M. Sluyspad Bridge 233, Dr. D.M. Sluyspad diatas Nieuwe Herengracht

Referensi

  1. ↑ "Visitor Insight". amsterdam.toeristischebarometer.nl. Diakses tanggal 1 Oktober 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 "Key collections". De Hortus (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2019-09-23.
  3. 1 2 3 "Crown jewels". De Hortus (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2019-09-23.
  4. ↑ Official website about Herbs Culture in Amsterdam.

Pranala luar

Media terkait Hortus Botanicus Amsterdam di Wikimedia Commons


40px-Netherlands_stub.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik geografi atau tempat Belanda ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan