Rabu, 28 Oktober 2026
00:48 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Horaninovia

Horaninovia

genus tumbuh-tumbuhan

Bagikan:
Horaninovia
250px-Horaninovia_anomala_as_Salsola_anomala_in_Eichwald.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Horaninovia anomala yang dinamai sebagai Salsola anomala dalam Eichwald
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Ordo: Caryophyllales
Famili: Amaranthaceae
Genus: Horaninovia
Fisch. & C.A.Mey.
Artikel takson sembarang

Horaninovia adalah genus tumbuhan berbunga yang termasuk dalam keluarga Amaranthaceae.[1] Genus ini juga termasuk dalam tribus Salsoleae serta dalam subfamili Salsoloideae.[2]

Tanaman ini merupakan tumbuhan semusim herba, dengan percabangan dikotomis (terbagi menjadi dua cabang yang sama) atau tersusun berlawanan. Mereka memiliki daun yang tersusun berlawanan atau berseling yang berbentuk asikular (ramping atau berbentuk jarum) atau terete (berbentuk silinder) dan memiliki pangkal yang melebar. Genus ini memiliki bunga soliter atau berkelompok dalam glomerulus (gugus) di ketiak daun. Bunga-bunganya memiliki periantium bersegmen 4 atau lebih, dengan segmen yang berbentuk bulat telur lebar atau lonjong. Bentuknya membran atau seperti kulit. Terdapat cakram kupular (dari kelopak bunga) dengan lobus semi-orbikular. Di antara lobus cakram terdapat benang sari (total 5). Kepala sari berbentuk silinder hingga elips lebar, dengan atau tanpa pelengkap seperti sungut. Memiliki tangkai putik yang sangat pendek dan kepala putik yang berbentuk kepala dan berlobus 2 atau 3. Benihnya berbentuk bulat tertekan.[3]

Wilayah asli penyebarannya adalah dari Iran hingga Xinjiang (di Tiongkok). Tanaman ini ditemukan di Afghanistan, Iran, Kazakhstan, Tajikistan, Turkmenistan, Uzbekistan, dan Xinjiang.[1]

Nama genus Horaninovia diberikan untuk menghormati Pavel Gorianinov (1796–1866), seorang ahli botani Rusia yang memiliki minat pada jamur dan pakis, serta merupakan seorang profesor di akademi medis di Saint Petersburg,[4] dan pertama kali dideskripsikan serta diterbitkan dalam Enum. Pl. Nov. Vol.1 pada halaman 10 tahun 1841.[1]

Spesies yang diketahui:[1]

Horaninovia ulicina adalah spesies tipe,[5] ditemukan di gundukan pasir di Afghanistan, Iran, Kazakhstan, dan Turkmenistan.[6]

Referensi

  1. 1 2 3 4 "Arthrophytum Schrenk | Plants of the World Online | Kew Science". Plants of the World Online (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 18 Maret 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Schüssler, Christina; Freitag, Helmut; Koteyeva, Nuria; Schmidt, Denise; Edwards, Gerald; Voznesenskaya, Elena; Kadereit, Gudrun (1 Januari 2017). "Molecular phylogeny and forms of photosynthesis in tribe Salsoleae (Chenopodiaceae)". Journal of Experimental Botany. 68 (2): 207–223. doi:10.1093/jxb/erw432. PMC 5853613. PMID 28003310.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Horaninovia in Flora of China @ efloras.org". www.efloras.org. Diakses tanggal 5 Oktober 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Quattrocchi, Umberto (2000). CRC World Dictionary of Plant Names, Volume II, D–L. Boca Raton, Florida: CRC Press. ISBN 978-0-8493-2676-9.
  5. ↑ Rudolf Mansfeld Mansfeld's Encyclopedia of Agricultural and Horticultural Crops, 2001, hlm. 260, pada Google Books
  6. ↑ "Horaninovia ulicina in Flora of China @ efloras.org". www.efloras.org. Diakses tanggal 5 Oktober 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik Caryophyllales ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan