Kamis, 24 September 2026
10:46 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Honbasho

Honbasho

250px-Yokohama-Sumo-Wrestler-Defeating-a-Foreigner-1861-Ipposai-Yoshifuji.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi Sumo, gulat tradisional asal Jepang.

Sebuah honbasho (Jepang: 本場所), atau Grand Sumo Tournament dalam bahasa Inggris, adalah turnamen sumo profesional resmi. Hanya hasil honbasho yang berpengaruh dalam menentukan promosi dan degradasi para rikishi (pegulat sumo) pada banzuke, yaitu daftar peringkat resmi. Jumlah honbasho yang diadakan setiap tahun dan durasinya pernah berubah-ubah; sejak 1958 terdapat enam turnamen, masing-masing berlangsung selama 15 hari berturut-turut, dan diadakan di empat lokasi setiap tahunnya. Sejak 1926, honbasho diselenggarakan oleh Asosiasi Sumo Jepang, setelah terjadinya penggabungan antara asosiasi sumo Tokyo dan Osaka.

Etimologi

Istilah honbasho berarti “turnamen utama (atau sebenarnya)” dan digunakan untuk membedakan turnamen-turnamen ini dari turnamen tidak resmi yang diadakan sebagai bagian dari tur sumo, di sela-sela enam turnamen utama. Turnamen pertunjukan semacam ini mungkin memiliki hadiah uang, tetapi penampilan pegulat tidak memengaruhi peringkat mereka. Jenis sumo ini sering disebut hana-sumo (secara harfiah sumo bunga) karena tidak dianggap terlalu serius oleh para pegulat.

Sejarah

250px-Female_Sumo_Wrestlers.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sumo perempuan di Jepang.

Pada periode Edo, lokasi turnamen sumo dan para rikishi (pegulat sumo) yang bertanding bervariasi. Sumo sangat populer di kota Edo, Kyoto, dan Osaka; dengan turnamen diadakan dua kali setahun di Edo, dan sekali setahun di Kyoto dan Osaka. Setiap turnamen berlangsung selama 10 hari.[1]

Pada 1926, Asosiasi Sumo Jepang yang baru dibentuk meningkatkan jumlah honbasho yang diadakan setiap tahun dari dua menjadi empat. Pada 1928, mereka memperkenalkan aturan seperti menandai pertandingan tanpa lawan sebagai kemenangan walkover (fusenshō) untuk memastikan turnamen dapat berakhir dengan pemenang yang jelas.[2] Struktur playoff diterapkan pada 1947 untuk menentukan juara jika terjadi hasil seri.[2] Pada 1949, lama turnamen diperpanjang dari 10 menjadi 15 hari. Pada 1958, jumlah honbasho per tahun kembali meningkat menjadi enam.

Sebelum abad ke-19, catatan kemenangan seorang pegulat dalam turnamen tidak terlalu berpengaruh, dan promosi dalam peringkat banzuke lebih terkait dengan popularitas.[2] Pada 1884, surat kabar Yomiuri Shimbun mulai menerbitkan ringkasan sederhana hasil honbasho.[2] Surat kabar Jiji Shinpō mulai memberikan penghargaan pertama untuk performa pada tahun 1889, dianugerahkan kepada pegulat yang menyelesaikan turnamen tanpa kekalahan.[2] Surat kabar lain segera mengikuti dengan penghargaan mereka sendiri. Namun, hadiah ini tidak diberikan jika tidak ada rikishi yang menyelesaikan turnamen tanpa kekalahan.

Menginginkan cara untuk menentukan pemenang setiap turnamen secara pasti, pada 1900, surat kabar harian seperti Osaka Mainichi Shimbun mulai memberikan penghargaan kepada pegulat dengan rekor terbaik dalam sebuah honbasho.[2] Istilah yūshō awalnya digunakan untuk menyebut pegulat yang memiliki rekor sempurna, tetapi kini berarti juara turnamen, terlepas dari rekornya.[2] Setiap divisi memiliki juara untuk pegulat dengan jumlah kemenangan terbanyak.

Pemenang honbasho divisi teratas makuuchi menerima banyak trofi dan hadiah dari berbagai organisasi, daerah, dan negara. Yang paling dikenal adalah Piala Kaisar seberat 30 kg dari perak sterling.[3][4] Sejak 1947, tiga penghargaan khusus yang disebut sanshō dapat diberikan kepada pegulat di divisi makuuchi atas penampilan luar biasa selama honbasho.

Referensi

  1. Mr.tsubaking (2020-11-20). "白鵬、鶴竜は休みすぎ? 歴代横綱の休場率を調べてみた | 日刊SPA! | 3ページ目". 日刊SPA! (dalam bahasa Jepang). Diakses tanggal 2025-11-14.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 "How the Media Shaped Sumō's Modern Traditions". nippon.com (dalam bahasa Inggris). 2018-01-12. Diakses tanggal 2025-11-14.
  3. Gunning, John. "Sumo 101: The Emperor's Cup". The Japan Times (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-14.
  4. https://www3.nhk.or.jp/nhkworld/en/tv/sumo/sumopedia/16/
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan