Sabtu, 03 Oktober 2026
07:25 WIB
TERKINI
Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri

Hompongan

Bagikan:

Hompongan berasal dari bahasa Rimba yang artinya hutan batas. Hompongan diartikan juga sambung menyambung. asal kata hompongan dalam bahasa melayu berasal dari kata hempangan artinya penghalang.[1]

Latar Belakang

Asal mula hompongan di buat oleh ketua kelompok orang rimbo yang berada di kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas, provinsi jambi yaitu Temenggung Tarib. ia membuat hompongan pada tahun 1987 sampai tahun 2003 dan seterusnya dan sekarang telah dilanjutkan oleh anak-anaknya. hompongan memilki ukuran dengan panjang 8 kilometer dan lebar 100 meter.[1]

Manfaat

Hompongan berguna untuk membatasi rimba yang menjadi rumah bagi orang rimba yang berada di hutan Taman Nasional Bukit Dua Belas agar tidak di rusak dan dimasuki masyarakat luar yang datang dari perambahan liar. hompongan berfungsi untuk menghambat laju tekanan luar dan menjadi batas simbolik antara wilayah orang rimba dengan orang desa.[2]

Referensi

  1. 1 2 Yudono, Jodhi (ed.). "Suku Anak Dalam Pertahankan Hutan dengan "Hompongan"". Kompas.com. Diakses tanggal 2019-10-26.
  2. ↑ Tarigan, Dra Nismawati (2009-01-01). Bibliografi Beranotasi : Hasil Penelitian Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Tanjungpinang. Direktorat Jenderal Kebudayaan.


Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan