Jumat, 23 Oktober 2026
16:53 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Homoerotisisme

Homoerotisisme

Bagikan:
250px-SaraceniSebastian.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Saint Sebastian, oleh Carlo Saraceni (c1610-15), Museum Istana Praha. Gambar Santo Sebastianus yang tertusuk oleh panah ini sering kali dideskripsikan sebagai gambar yang homoerotik.[1]

Homoerotisisme adalah ketertarikan seksual kepada sesama jenis, baik laki-laki dengan laki-laki ataupun perempuan dengan perempuan.[2] Konsep ini berbeda dari homoseksualitas karena mengacu pada hasrat itu sendiri, yang dapat bersifat sementara, sementara "homoseksualitas" merupakan identitas atau orientasi seksual yang permanen. Gagasan homoerotisisme lebih tua daripada gagasan homoseksualitas pada abad ke-19, dan telah digambarkan dalam seni visual dan sastra. Homoerotisisme juga dapat ditemui dalam bentuk performatif, seperti teater. Menurut Oxford English Dictionary, homoerotisisme "terkait dengan atau dicirikan oleh kecenderungan emosi erotis terhadap sesama jenis; atau terkait dengan orang yang homoerotik."[3]

Catatan kaki

  1. ↑ "glbtg: an encyclopaedia of gay, lesbian, bisexual, transgender and queer culture". Diarsipkan dari asli tanggal 2007-09-01. Diakses tanggal 2014-08-12.
  2. ↑ Younger, 2005, hlm.80.
  3. ↑ Quoted by Flood, 2007, hlm.307.

Bibliografi


Ikon rintisan

Artikel bertopik seks ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan