Senin, 26 Oktober 2026
17:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Holy Sonnets

Holy Sonnets

Bagikan:
330px-Donne_Westmoreland_MSS_page_74_of_107_Holy_Sonnets_Batter_my_heart%2C_three_person%27d_God.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Draf tulisan tangan Soneta XIV Donne, "Batter my heart, three-person'd God", kemungkinan besar berada di tangan teman Donne, Rowland Woodward, dari manuskrip Westmoreland (sekitar tahun 1620)

Holy Sonnets —juga dikenal sebagai Meditasi Ilahi atau Soneta Ilahi —adalah serangkaian sembilan belas puisi karya penyair Inggris John Donne (1572–1631). Soneta ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1633—dua tahun setelah kematian Donne. Kesembilan belas koleksi puisi Donne ini belum pernah dipublikasikan semasa hidupnya, meski manuskripnya beredar terlebih dahulu. Sebagian besar puisi ini diyakini ditulis pada tahun 1909-1910, ketika Donne mengalami kehidupan yang berat dan menderita kesulitan fisik, emosi, dan finansial. Periode itu juga merupakan periode ketika Donne mengalami kesulitan dalam hal agama. Ia berpindah agama dari Katolik Roma menjadi Anglikanisme dan akan mengambil sumpah suci pada 1965 meski mengalami keengganan dan keraguan menjadi pendeta.


Soneta tersebut sebagian besar ditulis dalam gaya dan bentuk yang ditentukan oleh penyair Italia Renaisans Petrarch (atau Francesco Petrarca) (1304–1374) yang mana soneta terdiri dari dua kuatrain (bait empat baris) dan satu sektet (bait enam baris). Namun, beberapa pola ritme dan struktur serta penyertaan bait dipengaruhi oleh bentuk soneta yang dikembangkan oleh penyair dan penulis drama Inggris William Shakespeare (1564–1616).

Soneta XIV dan situs Trinity

250px-Trinity_shot_color.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Uji coba senjata nuklir pertama pada 16 Juli 1945, dengan nama kode "Trinitas" kemungkinan besar diambil dari referensi Soneta Suci XIV "Batter my heart, three person'd God."

Ahli fisika teoretis dan direktur Proyek Manhattan J. Robert Oppenheimer, diperkirakan menamai situs uji coba senjata nuklir pertama "Trinity" karena terinspirasi dari Soneta XIV Donne. Pada persiapan uji coba tanggal 16 Juli 1945 Oppenheimer dikabarkan sedang membaca Holy Sonnets. Pada tahun 1962, Letnan Jenderal Leslie Groves menulis kepada Oppenheimer dan menanyakan asal-usul nama tersebut; apakah dia memilihnya karena itu adalah nama yang umum untuk sungai dan puncak di Barat dan tidak akan menarik perhatian. [1] Oppenheimer menjawab:

Saya memang menyarankannya, tapi tidak atas dasar itu... Mengapa saya memilih nama itu tidak jelas, tapi saya tahu pemikiran apa yang ada di benak saya. Ada puisi John Donne, yang ditulis sebelum kematiannya, yang saya kenal dan sukai. Dari situ ada kutipan: "Seperti Barat dan Timur / Di semua peta datar—dan aku adalah satu—adalah satu, / Maka kematian menyentuh Kebangkitan." Itu tetap tidak berhubungan dengan Trinitas, tetapi dalam puisi renungan lain yang lebih terkenal, Donne membuka, "Hancurkan hatiku, Tuhan yang berpribadi tiga;--."[1][2]

Sejarawan Gregg Herken menduga bahwa Oppenheimer menamai situs tersebut berdasarkan puisi Donne sebagai penghormatan kepada mendiang Jean Tatlock, yang memperkenalkan Oppenheimer pada karya-karya Donne.[3] : pp.29, 129 Tatlock bunuh diri pada Januari 1944 setelah perselingkuhannya dengan Oppenheimer berakhir.[3]: p.119 [4]

Referensi

  1. 1 2 Richard Rhodes, The Making of the Atomic Bomb. (New York: Simon and Schuster, 1986), 571–572.
  2. ↑ Oppenheimer references quotations from two of Donne's poems, the first from Donne's "Hymne to God My God, in My Sicknesse", and the second "Sonnet XIV" from Holy Sonnets—both of which can be found in Donne, John, and Chambers E. K. (editor). Poems of John Donne]. Volume I. (London: Lawrence & Bullen, 1896), 165, 211–212.
  3. 1 2 Herken, Gregg. Brotherhood of the Bomb. (New York: Henry Holt and Company, 2003). ISBN978-0-8050-6589-3
  4. ↑ Bird, Kai, and Martin J. Sherwin. American Prometheus: The Triumph and Tragedy of J. Robert Oppenheimer. (New York: Alfred A. Knopf, 2005), 249–254. ISBN978-0-375-41202-8
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan