Selasa, 22 September 2026
02:19 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Holostei

Holostei

Holostei
Rentang waktu: Permian Tengah hingga sekarang[1][2]
250px-Lepisosteus_oculatus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ikan aligator totol, Lepisosteus oculatus
250px-Amia_calva1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bowfin, Amia calva
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Subkelas: Neopterygii
Infrakelas: Holostei
Müller, 1846
Klad (dengan ordo)
Artikel takson sembarang

Holostei adalah sebuah kelompok dari ikan bertulang Actinopterygii yang terbagi menjadi dua klad utama: Halecomorphi yang diwakili oleh satu genus hidup, Amia (dengan dua spesies, Amia calva dan Amia oceliicauda) dan Ginglymodi, dengan perwakilan yang masih hidup yaitu gar (Lepisosteidae). Gar yang masih hidup hanya diwakili oleh tujuh spesies yang terbagi dalam dua genera (Atractosteus dan Lepisosteus).[3] Anggota terawal dari Holostei muncul pada periode Trias Awal sekitar 250 juta tahun lalu.[4]

Holostei dahulu dianggap sebagai sebuah kelompok parafiletik. Namun, studi terbaru memberi bukti bahwa Holostei merupakan kerabat terdekat yang masih hidup dari Teleostei, dengan keduanya masuk kedalam Neopterygii. Hal ini diketeahui dari morfologi dari Holostei. Sebagai contoh, keberadaan vomer yang berpasangan.[5] Holostei berkerabat lebih dekat dengan Teleostei daripada Chondrostei, sebuah kelompok yang berada di antara telostei dan ikan bertulang rawan, yang dianggap sebagai kelompok saudari dari Neopterygii.

Spirakel dari hewan-hewan Holostei menjadi sisa-sisa vestigial, dan tulangnya sedikit mengeras. Sisik ganoid tebal dari gar lebih primitif daripada sisik ganoid bowfin.

Sistematika Neopterygii

Hubungan evolusi dari gar, bowfin, dan teleosts merupakan perdebatan. Ada dua hipotesis bersaing tentang sistematika neopterygians:

Hipotesis Halecostomi

Hipotesis Halecostomi mengusulkan Halecomorphi (bowfin dan kerabat fosilnya) sebagai grup saudari dari Teleostei, kelompok utama neopterygians yang hidup, menjadikan Holostei parafilik.[6]

Hipotesis Holostei

Hipotesis Holostei, di mana gars dan bowfin membentuk klad Holostei sebagai grup saudari dari Teleostei, lebih didukung daripada hipotesis Halecostomi, yang membuat yang terakhir menjadi parafilik.[7][8][9][10] Hipotesis ini mengusulkan Halecomorphi sebagai grup saudari dari Ginglymodi, kelompok yang mencakup gar yang hidup (Lepisosteiformes) dan kerabat fosilnya.[3][11][12] Diperkirakan bahwa nenek moyang terakhir bersama dari gars dan bowfin hidup setidaknya 250 juta tahun yang lalu.[13]

Referensi

  1. Broughton, Richard E.; Betancur-R., Ricardo; Li, Chenhong; Arratia, Gloria; Ortí, Guillermo (2013-04-16). "Multi-locus phylogenetic analysis reveals the pattern and tempo of bony fish evolution". PLOS Currents. 5 ecurrents.tol.2ca8041495ffafd0c92756e75247483e. doi:10.1371/currents.tol.2ca8041495ffafd0c92756e75247483etidak aktif 12 Juli 2025. ISSN 2157-3999. PMC 3682800. PMID 23788273.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI nonaktif per Juli 2025 (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. "PBDB". paleobiodb.org. Diakses tanggal 2024-02-26.
  3. 1 2 López-Arbarello, Adriana; Sferco, Emilia (Maret 2018). "Neopterygian phylogeny: the merger assay". Royal Society Open Science. 5 (3): 172337. Bibcode:2018RSOS....572337L. doi:10.1098/rsos.172337. PMC 5882744. PMID 29657820.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: nomor artikel sebagai nomor halaman (link)
  4. Romano, Carlo (2021). "A Hiatus Obscures the Early Evolution of Modern Lineages of Bony Fishes". Frontiers in Earth Science. 8: 672. doi:10.3389/feart.2020.618853. ISSN 2296-6463.
  5. Hastings, Walker Jr., Galland (2014). FISHES, A GUIDE TO THEIR DIVERSITY. Oakland, California: University of California Press. hlm. 60–62.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  6. Patterson C. Interrelationships of holosteans. Dalam: Greenwood P H, Miles R S, Patterson C, penyunting. Interrelationships of Fishes. Zool J Linn Soc, 1973, 53(Suppl): 233–305
  7. Betancur-R (2016). "Klasifikasi Filogenetik Ikan Bertulang Versi 4". Diarsipkan dari asli tanggal 2017-07-11. Diakses tanggal 2021-06-07.{{cite web}}: |url-status=mati tidak valid
  8. Nelson, Joseph, S. (2016). Ikan-Ikan Dunia. John Wiley & Sons, Inc. ISBN 978-1-118-34233-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  9. "Actinopterygii". Integrated Taxonomic Information System.
  10. R. Froese and D. Pauly, ed. (Februari 2006). "FishBase".{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. Olsen P. E. (1984). "Tengkorak dan bahu ikan parasemionotid Watsonulus eugnathoides dari Grup Sakemena Trias Awal Madagaskar dengan komentar tentang hubungan ikan holostean". J Vertebr Paleontol. 4 (3): 481–499. Bibcode:1984JVPal...4..481O. CiteSeerX 10.1.1.384.2050. doi:10.1080/02724634.1984.10012024.{{cite journal}}: Kutipan menggunakan parameter usang |citeseerx=
  12. Grande, Lance; Bemis, William E. (1998). "Studi Filogenetik Komprehensif Ikan Amiid (Amiidae) Berdasarkan Anatomi Skeletal Komparatif. Pencarian Empiris untuk Pola-Pola Hubungan Alamiah yang Terhubung". Jurnal Paleontologi Vertebrata. 18 (sup001): 1–696. Bibcode:1998JVPal..18S...1G. doi:10.1080/02724634.1998.10011114.
  13. Thompson, Andrew W.; Hawkins, M. Brent; Parey, Elise; Wcisel, Dustin J.; Ota, Tatsuya; Kawasaki, Kazuhiko; Funk, Emily; Losilla, Mauricio; Fitch, Olivia E.; Pan, Qiaowei; Feron, Romain; Louis, Alexandra; Montfort, Jérôme; Milhes, Marine; Racicot, Brett L. (2021). "Genom bowfin mengiluminasi evolusi perkembangan ikan bertulang". Genetika Alam (dalam bahasa Inggris). 53 (9): 1373–1384. doi:10.1038/s41588-021-00914-y. ISSN 1546-1718. PMC 8423624. PMID 34462605.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan