Rabu, 23 September 2026
16:52 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN

Hoaks stem cell

Hoaks stem cell adalah fenomena internet berupa klaim palsu pengobatan dengan suplemen, vitamin, obat oles, atau layanan ilegal lainnya yang diklaim sebagai terapi sel punca.[1] Hoaks ini merebak akibat ramainya pemberitaan tentang pengobatan dengan metode sel punca, tetapi tidak diiringi dengan edukasi seperti apa sebenarnya terapi menggunakan teknik ini.

Di Indonesia, kapsul, bubuk, krim oles, kulit ikan, bahkan kulit apel menjadi popular di media sosial dengan label stem cell, padahal stem cell sama sekali tidak bisa diproduksi dalam bentuk ini, karena seharusnya berupa sel hidup dari targetnya sendiri atau orang lain yang kemudian dilipatgandakan, dan disuntikkan kembali.[2] Hasil produksi sel punca di luar negeri juga tidak bisa diimpor ke Indonesia, karena produsennya memiliki kewajiban berinvestasi dan membangun fasilitas di dalam negeri. Penjualan layanan stem cell juga diwajibkan memiliki izin khusus, karena bukan berbentuk produk, tetapi layanan.[3][4]

Layanan ilegal

Beberapa klinik juga menyalahgunakan izinnya dengan menawarkan terapi stem cell, seperti yang terjadi pada 14 Januari 2020 di Kemang. Tindakan ini menghasilkan 56 kotban dan pemiliknya diancam 15 tahun penjara.[5] Hingga Juli 2024, tercatat hanya 16 rumah sakit, 1 industri, dan 9 laboratorium yang memiliki izin resmi untuk memberikan layanan terapi stem cell.[6]

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan