Selasa, 20 Oktober 2026
18:02 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Hiu berjalan

Hiu berjalan

Bagikan:
Hiu berjalan
250px-Hemiscyllium_halmahera.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Chondrichthyes
Subkelas: Elasmobranchii
Subdivisi: Selachimorpha
Ordo: Orectolobiformes
Famili: Hemiscylliidae
Genus: Hemiscyllium
Spesies:
H. halmahera
Nama binomial
Hemiscyllium halmahera
Halmahera_Epaulette_Shark_Range.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Daerah sebaran hiu epaulette Halmahera (berwarna biru)

Hiu berjalan (H. halmahera) adalah sebuah spesies hiu bambu yang ditemukan di Indonesia.[3] Spesies ini pertama kali dilaporkan ketika ditemukan dua spesimen hiu ini di dekat Pulau Halmahera, Maluku Utara.[3] Spesies ini cukup mirip dengan Hemiscyllium galei yang ditemukan di Papua Barat. H. halmahera berjalan di dasar laut menggunakan sirip pektoral.[3] Banyak bintik bewarna kegelapan menyelubungi kulit hiu H. halmahera.[3]

Ikan ini ditemukan oleh rombongan ilmuwan yang dipimpin oleh Dr. Gerald Allen.[4] Ilmuwan-ilmuwan tersebut bekerja dalam naungan Conservation International.[4]

Morfologi

Ukuran H. halmahera relatif kecil, spesimen yang pernah tertangkap berukuran 70 cm.[5] Hiu ini bergerak dengan "berjalan" di dasar laut menggunakan sirip pektoral dan sirip pelvis mereka.[5]

Secara umum, warna kulit hewan tersebut adalah coklat dan kulit mereka juga dihiasi oleh bintik-bintik poligonal bewarna gelap.[5] Bintik-bintik bewarna putih juga ditemukan dengan jumlah yang relatif sedikit (lebih kecil dari 10), pada jarak antara bintik poligonal bewarna gelap.[5]

Pada hiu ini, ditemukan bintik hitam berukuran relatif besar pada daerah moncong, sepasang tanda gelap pada bagian ventral (bagian bawah) kepala, dan belang berbentuk huruf "U" pada bagian atas (dorsal).[5]

Ditemukan juga tanda horizontal bewarna gelap berjumlah 7 hingga 8, di antara abdomen (perut) dan dasar sirip kaudal (caudal-fin base).[5] Pada seekor H. halmahera, biasanya ditemukan 25 buah bintik hitam pada permukaan atas kepala.[5]

Habitat dan perilaku

H. halmahera pertama kali ditemukan di perairan Halmahera, salah satu pulau dari Kepulauan Maluku yang terletak di sebelah barat Papua Nugini.[6] Ikan ini hidup pada perairan tropis.[6]

H. halmahera merayap di dasar laut dengan siripnya untuk bergerak.[6] Mereka bergerak mencari makan berupa ikan kecil, krustasea (seperti kepiting dan udang), dan moluska pada malam hari.[6]

Penemuan

H. halmahera ditemukan oleh tim yang dipimpin oleh Dr. Gerald Allen, ilmuwan biologi yang bekerja di bawah naungan Conservation International.[4] Oleh Allen dan kawan-kawan, penemuan spesies H. halmahera telah dipublikasikan dalam berkala ilmiah "International Journal of Ichthyology".[3][4]

Ikan yang juga disebut hiu karpet berekor panjang ini dinamai sesuai dengan tempat di mana hiu tersebut ditemukan. H. halmahera dideskripsikan mirip dengan kerabat dekatnya, yaitu as Hemiscyullium galei, yang ditemukan di Teluk Cendrawasih, Papua Barat.[4]

Oleh tim penemu yang tergabung dalam Conservation International, penemuan spesies hiu ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kontribusi hiu dalam ekosistem, serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam konservasi hiu.[7]

Referensi

  1. ↑ VanderWright, W.J.; Allen, G.R.; Derrick, D.; Dudgeon, C.L.; Erdmann, M.V.; Sianipar, A. (2021) [amended version of 2020 assessment]. "Hemiscyllium halmahera". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2021 e.T176486052A198885632. doi:10.2305/IUCN.UK.2021-2.RLTS.T176486052A198885632.en. Diakses tanggal 1 Juli 2024.
  2. ↑ Allen, G.R.; Erdmann, M.V.; Dudgeon, C.L. (2013), "Hemiscyllium halmahera, a new species of Bamboo Shark (Hemiscylliidae) from Indonesia.", Aqua, International Journal of Ichthyology, 19 (3): 123–136
  3. 1 2 3 4 5 (Inggris) Allen GR, Erdmann MV, Dudgeon CL. "Hemiscyllium halmahera, a new species of Bamboo Shark (Hemiscyllidae) from Indonesia". Aqua. 19 (3): 123–136. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-04-29.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  4. 1 2 3 4 5 (Inggris) Gray R (28 Ags 2013). "New species of 'walking' shark discovered". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-30. Diakses tanggal 29 Apr 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 3 4 5 6 7 (Inggris) Anderson N (25 Ags 2013). "Hemiscyllium halmahera: New Species of 'Walking' Shark from Indonesia".{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 3 4 (Inggris) Presse AF (30 Ags 2013). "'Walking' Bamboo Shark Discovered In Eastern Indonesia". Diakses tanggal 29 Apr 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ (Inggris) Ives J (5 Sep 2014). "New 'walking' shark discovered". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-04-29. Diakses tanggal 29 Apr 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan