Minggu, 04 Oktober 2026
07:21 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan

Histeria

Bagikan:

Histeria adalah gangguan kejiwaan yang sudah banyak di kenal oleh orang. Histeria biasanya ditandai dengan kejang-kejang, sehingga orang-orang biasanya menyebutnya dengan kesurupan. Menurut Freud, histeria adalah akibat yang terjadi akibat dari konflik antara super ego dengan seks yang tidak diterima oleh super ego.[1]

Menurut Sigmun Freud, histeria terjadi disebabkan oleh pengalaman traumatis yang kemudian ditekankan ke dalam alam bawah sadar. Hal tersebut bermaksud untuk menghilangkan pengalaman tersebut. Namun, pengalaman tersebut tidak mudah untuk dihilangkan, sehingga suatu saat akan muncul ke alam sadar dalam bentuk gangguan jiwa.

histeria terbagi menjadi dua, yaitu histeria mayor dan histeria minor. Pada histeria minor, kecemasan diubah menjadi gangguan saraf dengan gejala : lumpuh dan kejang-kejang.

Sedangkan pada histeria mayor, kecemasan pada penderita terjadi sangat hebat yang dapat menyebabkan fungsi kepribadian bekerja secara otonom, sehingga timbul gejala-gejala : amnesia, fugue, dan kepribadian ganda.

Gejala Fisik pada Penderita Histeria

  • Mengalami kelumpuhan, biasanya hal ini terjadi karena tekanan batin yang tidak bisa ia atasi
  • Kram pada jari tangan, biasanya tekanan ini terjadi pada penulis yang merasa tulisannya tidak dapat diterima oleh pembaca, sehingga terjadilah perasaan yang berkecamuk ketika menerima kenyataannya.
  • Bagian tubuh kejang seketika, kejang biasanya terjadi pada siang hari dalam waktu yang lama.[2]

Referensi

  1. ↑ Hasibuan, Muslim (2013). "USAHA MENGATASI HYSTERIA DAN NEURASTHENIA MELALUI PENDIDIKAN DIRI SENDIRI". Darul Ilmi. 01.
  2. ↑ "Ini 3 Gejala Fisik Penderita Histeria". Ini 3 Gejala Fisik Penderita Histeria. 13 Agustus 2014. Diakses tanggal 25 Januari 2020.{{cite web}}: |first= tidak memiliki |last=


Ikon rintisan

Artikel bertopik psikologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan