Rabu, 28 Oktober 2026
07:00 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Hispania Citerior

Hispania Citerior

Bagikan:
Hispania Citerior
Provinsi di Republik Romawi
197 BC–19 BC
250px-Hispania_1a_division_provincial.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
First provincial division of Roman Hispania
Ibu kotaCarthago Nova
Sejarah
Era sejarahAntiquity
• Didirikan
197 BC
• Dibubarkan
19 BC
Digantikan oleh
Hispania Tarraconensis
Sekarang bagian dariSpanyol

Hispania Citerior (bahasa Indonesia: "Hither Iberia" atau "Iberia yang Lebih Dekat") adalah sebuah provinsi Romawi di Hispania pada masa Republik Romawi. Wilayah ini terletak di pesisir timur Iberia hingga ke kota Cartago Nova—yang kini dikenal sebagai Cartagena di wilayah otonom Murcia, Spanyol. Wilayahnya secara garis besar mencakup wilayah otonom Spanyol saat ini, yaitu Katalonia dan Valencia. Di sebelah selatannya terdapat provinsi Romawi Hispania Ulterior ("Spanyol yang Lebih Jauh" atau "Iberia yang Lebih Jauh"), yang dinamai demikian karena letaknya yang lebih jauh dari Roma.

Kedua provinsi ini dibentuk pada tahun 197 SM, empat tahun setelah berakhirnya Perang Punik Kedua (218–201 SM). Selama perang tersebut, Scipio Africanus mengalahkan pasukan Kartago dalam Pertempuran Ilipa (dekat Seville) pada tahun 206 SM. Hal ini menyebabkan Romawi mengambil alih wilayah kekuasaan Kartago di Spanyol bagian selatan serta di pesisir timur hingga ke Sungai Ebro. Beberapa gubernur Hispania Citerior memimpin peperangan melawan suku Celtiberia yang mendiami wilayah di sebelah barat provinsi ini. Pada akhir abad pertama SM, Augustus melakukan reorganisasi terhadap provinsi-provinsi Romawi di Hispania. Hispania Citerior digantikan oleh provinsi yang lebih luas bernama Hispania Tarraconensis, yang mencakup wilayah-wilayah yang kemudian ditaklukkan oleh Romawi di bagian tengah, utara, dan barat laut Hispania. Augustus juga mengubah nama Hispania Ulterior menjadi Hispania Baetica dan membentuk provinsi ketiga, yaitu Hispania Lusitania.

Etimologi

Hispania adalah istilah Latin untuk Semenanjung Iberia. Istilah ini dapat ditelusuri kembali setidaknya hingga tahun 200 SM, saat digunakan oleh penyair Quintus Ennius. Kata tersebut kemungkinan berasal dari istilah Punisia I-Shaphan yang berarti "pantai hyrax"; istilah ini muncul akibat kekeliruan penjelajah Fenisia yang mengira kelinci-kelinci yang banyak terdapat di sana sebagai hyrax. Menurut sejarawan Romawi Cassius Dio, penduduk wilayah tersebut berasal dari berbagai suku yang berbeda serta tidak memiliki bahasa maupun pemerintahan yang sama.[1]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Dio, Cassius. Roman History.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan