Jumat, 30 Oktober 2026
17:56 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Hirotoshi Honda

Bagikan:
Biografi ini memerlukan lebih banyak catatan kaki untuk pemastian. Bantulah untuk menambahkan referensi atau sumber tepercaya. Materi kontroversial atau trivial yang sumbernya tidak memadai atau tidak bisa dipercaya harus segera dihapus, khususnya jika berpotensi memfitnah.
Cari sumber: "Hirotoshi Honda" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Hirotoshi Honda
本田 博俊
Lahir
Hirotoshi Honda

11 April 1942 (umur 84)
Hamamatsu, Jepang
PekerjaanRekayasawan
Dikenal karenaPendiri Mugen Motorsports
Orang tuaSoichiro Honda
Sachi Honda
KerabatGihei Honda (kakek dari pihak ayah)
Mika Honda (nenek dari pihak ayah)

Hirotoshi Honda (本田 博俊, Honda Hirotoshi, born 11 April 1942 in Hamamatsu, Japan) adalah tokoh bisnis, rekayasawan, dan pendiri Mugen Motorsports. Ia adalah putra pendiri Honda Motor Company, Soichiro Honda.

Kasus penghindaran pajak

Pihak kejaksaan Jepang telah menangkap Hirotoshi Honda pada tahun 2003,[1][2] beberapa jam setelah menyelidiki kasus hukum yang melibatkan Mugen, yang masih memiliki kekerabatan bisnis dengan Honda Motor Company, terkait dugaan penghindaran pajak ¥ 1 miliar.[3][4] Norio Hirokawa selaku auditur juga ditangkap karena terlibat kasus penghindaran pajak

Pihak jaksa menuduh Hirotoshi Honda menyepakati transaksi, meskipun ia mengeklaim dirinya sebagai korban dan hanya menandatangani dokumen pajak yang disiapkan oleh auditurnya tanpa mengetahui dugaan pelanggaran tersebut.[3] Jaksa menduga Mugen menyembunyikan pendapatannya dengan mengalihkan dana ke sebuah perusahaan bernama MG Estate melalui pembiayaan dan transaksi fiktif lainnya selama tiga tahun hingga Desember 2000.[1] Semenjak ditangkap pada 2003, Hirotoshi Honda telah mengundurkan diri sebagai presiden perusahaan.

Hirotoshi Honda anggota dewan direksi MG Estate, yang kelak berganti nama menjadi GE Seirijigyosha. Mugen melaporkan penjualan sekitar ¥6,8 selama tahun buku hingga Oktober 2001. Honda Motor telah menarik modalnya dari Mugen tetapi masih bekerja sama dengan perusahaan tersebut untuk berpartisipasi dalam balapan mobil.[4] Semua fasilitas operasi dan karyawan Mugen diserahkan kepada M-TEC, yang didirikan oleh kerabat Soichiro Honda, sementara Mugen terus eksis sebagai perusahaan yang hanya muncul dalam proses peradilan.[2]

Pada 25 Mei 2006, Hirotoshi Honda ditetapkan tidak bersalah atas tuduhan penggelapan pajak, tetapi Hakim Ketua Pengadilan Negeri Saitama Yasuo memerintahkan Mugen untuk membayar denda sebesar ¥240 juta.[1] Keputusan hakim menetapkan bahwa auditur Norio Hirokawa menjadi terdakwa atas kasus penghindaran pajak, dengan pidana tiga tahun penjara.[1][3]

Referensi

  1. 1 2 3 4 AFX News Limited (25 Mei 2006), "Japanese court acquits son of founder of Honda Motor of tax evasion", Forbes, diarsipkan dari asli tanggal 2011-01-10, diakses tanggal 2010-06-12{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Agence France-Presse (1 Juli 2003), Son of Honda Motor founder arrested over tax evasion, diarsipkan dari asli tanggal 11 November 2005{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 Kyodo News International (Mei 25, 2006), Mugen President Honda found not guilty in tax evasion case, Tokyo, Japan{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. 1 2 Yamaguchi, Yuzo (Juli 7, 2003), "Honda founder's son held in tax evasion case; Prosecutors allege his firm reported bogus expenses", Automotive News: 4{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan