Minggu, 04 Oktober 2026
11:15 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Hipsodon

Hipsodon

Pola dentisi dengan ciri mahkota gigi tinggi

Bagikan:
250px-Horse_teeth.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gigi kuda adalah contoh gigi hipsodon

Hipsodon adalah sebuah pola dentisi yang dicirikan oleh mahkota gigi tinggi,[1][2] sehingga memberi material lebih ketika aus. Contoh hewan dengan gigi hipsodon adalah sapi, kuda dan rusa. Hewan-hewan ini memasukkan material berpasir seperti tanah ke dalam mulut mereka ketika memamah rumput, sehingga dentisi mereka aus lebih cepat. Kondisi yang berkebalikan dari ini dikenal sebagai brakidon.

Evolusi

Karena morfologi gigi hipsodon cocok untuk pola makan yang lebih abrasif, hipsodonti sebelumnya diyakini berevolusi bersamaan dengan tersebarnya padang rumput. Rumput mengandung fitolit, yaitu granula yang kaya akan silika, yang mengausi jaringan gigi lebih cepat. Namun, analisis telah menunjukkan bahwa perkembangan morfologi ini tidak sesuai dengan penyebaran padang rumput.[3] Alih-alih, penelanan material berpasir dan tanah dihipotesiskan menjadi pendorong utama hispodonti. hipotesis ini dikenal sebagai hipotesis grit, not grass.[4]

Referensi

  1. ↑ Flynn, John J., André R. Wyss, and Reynaldo Charrier. “South America’s Missing Mammals.” Scientific American. May 2007: 68-75.
  2. ↑ Kwan, Paul W.L. (2007). "Digestive system I" (PDF). Tufts University. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 20 Oktober 2013. Diakses tanggal 4 Juli 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Parker, Abigail K.; McHorse, Brianna K.; Pierce, Stephanie E. (15 Desember 2018). "Niche modeling reveals lack of broad-scale habitat partitioning in extinct horses of North America". Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology (dalam bahasa Inggris). 511: 103–118. doi:10.1016/j.palaeo.2018.07.017. Diakses tanggal 2 Januari 2025 – via Elsevier Science Direct.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Phillip E. Jardine, Christine M. Janis, Sarda Sahney, Michael J. Benton. “Grit not grass: Concordant patterns of early origin of hypsodonty in Great Plains ungulates and Glires.” Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology. December 2012:365–366, 1–10
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan