Rabu, 28 Oktober 2026
02:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Hipotesis Farrer

Hipotesis Farrer

Bagikan:
250px-Synoptic_Farrer_Theory_Mk-Mt_en.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hipotesis Farrer menyatakan bahwa Injil Markus mula-mula ditulis. Injil Matius ditulis memakai Markus sebagai sumber. Kemudian, Injil Lukas ditulis memakai Markus dan Matius.

Teori Farrer (juga disebut hipotesis L/M, hipotesis Farrer–Goulder dan hipotesis Farrer–Goulder–Goodacre) adalah sebuah solusi terhadap masalah sinoptik. Teori tersebut menyatakan bahwa Injil Markus yang mula-mula ditulis, disusul oleh Injil Matius dan kemudian Injil Lukas.

Teori tersebut utamanya didukung oleh para cendekiawan biblikal Inggris. Teori tersebut diambil dari nama Austin Farrer, yang menulis On Dispensing With Q pada 1955,[1] tetapi teori tersebut dikutip oleh para cendekiawan lainnya yang meliputi Michael Goulder dan Mark Goodacre.

Referensi

  1. ↑ Austin M. Farrer, On Dispensing with Q, in D. E. Nineham (ed.), Studies in the Gospels: Essays in Memory of R. H. Lightfoot, Oxford: Blackwell, 1955, pp. 55-88,

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan