Kamis, 29 Oktober 2026
10:26 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Hipotesis Farrer

Hipotesis Farrer

Bagikan:
250px-Synoptic_Farrer_Theory_Mk-Mt_en.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Hipotesis Farrer menyatakan bahwa Injil Markus mula-mula ditulis. Injil Matius ditulis memakai Markus sebagai sumber. Kemudian, Injil Lukas ditulis memakai Markus dan Matius.

Teori Farrer (juga disebut hipotesis L/M, hipotesis Farrer–Goulder dan hipotesis Farrer–Goulder–Goodacre) adalah sebuah solusi terhadap masalah sinoptik. Teori tersebut menyatakan bahwa Injil Markus yang mula-mula ditulis, disusul oleh Injil Matius dan kemudian Injil Lukas.

Teori tersebut utamanya didukung oleh para cendekiawan biblikal Inggris. Teori tersebut diambil dari nama Austin Farrer, yang menulis On Dispensing With Q pada 1955,[1] tetapi teori tersebut dikutip oleh para cendekiawan lainnya yang meliputi Michael Goulder dan Mark Goodacre.

Referensi

  1. ↑ Austin M. Farrer, On Dispensing with Q, in D. E. Nineham (ed.), Studies in the Gospels: Essays in Memory of R. H. Lightfoot, Oxford: Blackwell, 1955, pp. 55-88,

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan