Sabtu, 07 November 2026
04:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Hipernefroma

Bagikan:
Hipernefroma
SpesialisasiOnkologi Sunting ini di Wikidata
Frekuensi0.03%

Hipernefroma atau karsinoma sel ginjal (bahasa Inggris:Renal cell carcinoma, RCC, hypernephroma) adalah bentuk kanker berasal dari lapisan tubulus renal proksimal, tubulus yang berbelit belit dan berlokasi dekat glomerulus di dalam ginjal.

Jenis kanker ini adalah jenis kanker ginjal yang paling terumum dalam orang dewasa, bertanggung jawab untuk sekitar 90% - 95% kasus yang didiagnosis.[1] Perawatan awal adalah melalui nefrektomi radikal atau parsial dan didukung oleh perawatan yang membantu.[2] Ketika tumor ini terbatas pada parenkima renal dan tidak menjelar ke organ-organ lainnya, kemungkinan selamat 5 tahun adalah 60-90%, kemungkinan selamat ini sangat menurun ketika metastase sudah menyebar.

Tubuh manusia itu sangat mahir dalam menyembunyikan gejala penyakit tersebut. Karena itu, ketika ditemukan, orang-orang yang menderita penyakit ini biasanya sudah berada di stadium lanjut. Gejala awal termasuk darah dalam urin (dialami 40% pasien ketika mereke pergi ke dokter untuk pertama kali), nyeri pinggang (40%), massa atau benjolan di perut atau pinggang (25%), turun berat badan (33%), demam (20%), tekanan darah tinggi (20%), keringat malam dan merasa sakit. Ketika hipernefroma menyebar, biasanya itu menyebar ke kelenjar getah bening, paru-paru, hati, kelenjar adrenal, otak atau tulang.

Penyakit ini menahan terhadap terapi radiasi dan kemoterapi, meskipun sejumlah kasus merespon pada imunoterapi. Terapi kanker seperti sunitinib, temsirolimus, bevasizumab, interferon-alpha, dan mungkin sorafenib telah membuktikan pencegahan hipernefroma, meskipun buktinya belum didemonstrasikan.

Hipernefroma juga dikaitkan dengan sejumlah sindrom paraneoplastik, kondisi yang disebabkan oleh hormon yang diproduksi oleh tumor atau oleh tubuh yang menyerang tumor tersebut. Sindrom ini dialami oleh sekitar 20% pasien yang menderita hipernefroma dan biasanya memengaruhi jaringan organ yang belum diserang kanker tersebut. Sindrom terumum yang dialami oleh pasien dengan hipernefroma adalah kadar kalsium darah tinggi (hiperkalsemia), kadar sel darah merah tinggi (eritrosistosis), jumlah trombosit tinggi (trombositosis) dan amiloidosis sekunder.

Lihat pula

Pranala luar

Catatan kaki

  1. ↑ Mulders PFA et al. Richtlijn 'Niercelcarcinoom'Ned Tijdschr Geneeskd. 2008;152:376-380.
  2. ↑ Rini BI, Rathmell WK, Godley P. Renal cell carcinoma.Curr Opin Oncol. 2008;20:300-6.


Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan